SIKATNEWS.id | Proyek Revitalisasi SMAN Unggulan Sukma Nias senilai **Rp87.340.621.189,12** yang dikerjakan oleh PT Razasa Karya kembali menjadi sorotan. Setelah sebelumnya mencuat dugaan penggunaan pasir laut, kini perhatian publik mengarah pada dugaan pelaksanaan pengecoran saat hujan lebat, minimnya keterbukaan informasi teknis proyek, hingga desakan agar seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi kontrak.
Proyek yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2026 tersebut memiliki masa pelaksanaan selama 240 hari kalender, terhitung sejak 21 April 2026.
Sorotan terbaru datang dari anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Fraksi Partai NasDem, Berkat Laoli, yang mengaku menerima banyak informasi dari masyarakat mengenai pelaksanaan pembangunan SMAN Unggulan Sukma Nias.
“Saya secara pribadi geram apabila pelaksanaan pembangunan tersebut yang dikerjakan oleh kontraktor tidak sesuai dengan kesepakatan kontrak,” tegas Berkat Laoli.
Menurutnya, apabila nantinya terbukti terdapat pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, baik terkait penggunaan material, metode pelaksanaan, maupun aspek teknis lainnya yang berpotensi menurunkan mutu bangunan, maka ia akan meminta pertanggungjawaban seluruh pihak yang terlibat.
“Saya sendiri yang akan meminta pertanggungjawaban pihak kontraktor maupun Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara apabila pekerjaan tersebut tidak dilaksanakan dengan benar, seperti penggunaan material pasir, pengecoran saat hujan lebat, ataupun hal-hal lain yang berpotensi mengurangi mutu dan kualitas bangunan,” ujarnya.
Berkat juga mengingatkan agar proyek yang menggunakan dana publik bernilai puluhan miliar rupiah tersebut dikerjakan secara profesional serta bebas dari praktik yang dapat merugikan negara maupun masyarakat.
“Saya meminta dengan tegas kepada pihak kontraktor agar tidak merugikan masyarakat dan tidak melakukan dugaan tindak pidana korupsi dalam pembangunan SMAN Unggulan Sukma Nias,” tambahnya.
Sementara itu, awak media menyebut telah berupaya meminta penjelasan kepada pihak humas proyek maupun konsultan pengawas mengenai sejumlah aspek teknis pekerjaan. Pertanyaan yang diajukan antara lain menyangkut kedalaman bore pile, dimensi bore pile, spesifikasi besi yang digunakan, hingga jumlah segmen konstruksi yang dikerjakan.








