Warga Desa Sitoluewali Desak Transparansi dan Evaluasi Kualitas Proyek Jalan, Diduga Minim Informasi

SIKATNEWS.id | Pelaksanaan proyek pembangunan jalan aspal jenis Lapis Penetrasi Makadam (Lapen) di Desa Sitoluewali, Kecamatan Moro’o, Kabupaten Nias Barat, menuai sorotan dari masyarakat setempat. Proyek yang diperkirakan bernilai miliaran rupiah tersebut dinilai minim transparansi dan diduga menggunakan material yang tidak sesuai standar teknis. Selasa (04/08)

Keresahan warga muncul sejak tahap awal pelaksanaan hingga memasuki proses pengerasan jalan. Di lokasi proyek, masyarakat mengaku tidak menemukan papan informasi proyek yang memuat keterangan mengenai sumber dana, nilai anggaran, volume pekerjaan, maupun identitas kontraktor pelaksana. Kondisi tersebut memunculkan anggapan di tengah masyarakat bahwa proyek jalan tersebut merupakan “proyek siluman”.

Warga menjelaskan bahwa pekerjaan tersebut terdiri atas satu paket proyek yang mencakup tiga titik pekerjaan, dengan salah satunya berupa konstruksi rigid beton.

Selain persoalan transparansi, warga juga mempertanyakan kualitas pekerjaan pada tahap dasar pengerasan. Mereka menduga material yang digunakan merupakan campuran pasir dan lumpur yang dinilai tidak layak sebagai lapisan dasar konstruksi jalan. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memengaruhi kualitas bangunan sehingga jalan berpotensi cepat mengalami kerusakan.