SIKATNEWS.id | Proyek Revitalisasi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Unggulan Sukma Nias dengan nilai pagu anggaran mencapai Rp88.448.819.000 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2026 mendapat perhatian dan apresiasi luas dari masyarakat Kepulauan Nias.
Pembangunan yang dinilai sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan tersebut dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi muda Nias yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Berdasarkan data pelaksanaan, proyek tersebut telah melalui mekanisme pengadaan sesuai aturan yang berlaku. Kontrak pekerjaan ditandatangani pada 21 April 2026 dengan masa pelaksanaan selama 240 hari kalender dan dikerjakan oleh PT Razasa Karya selaku pemenang tender.
Sejumlah masyarakat menyambut positif pembangunan tersebut. Salah seorang tokoh masyarakat berinisial SZ menyampaikan bahwa revitalisasi SMAN Unggulan Sukma Nias bukan hanya pembangunan fisik semata, melainkan bentuk perhatian pemerintah terhadap masa depan pendidikan di Kepulauan Nias.
“Kami masyarakat sangat mengapresiasi pembangunan Revitalisasi SMAN Unggulan Sukma Nias ini. Ini bukan hanya sekadar membangun gedung, tetapi merupakan investasi besar untuk masa depan anak-anak sekolah dan generasi penerus di Kepulauan Nias,” ujar SZ.
Menurutnya, peningkatan fasilitas pendidikan akan memberikan dampak besar bagi kualitas belajar para siswa.
“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Bapak Gubernur atas perhatian terhadap dunia pendidikan di Nias. Dengan fasilitas yang lebih baik, tentu peluang anak-anak kita untuk berkembang dan bersaing akan semakin terbuka,” tambahnya.
SZ juga mengajak masyarakat agar ikut mengawal pelaksanaan proyek dengan cara yang konstruktif.
“Kita berharap pekerjaan ini selesai tepat waktu, memiliki kualitas yang baik, dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Pengawasan masyarakat tetap penting, tetapi harus berdasarkan fakta dan informasi yang lengkap,” katanya
Di tengah proses pembangunan, sempat muncul sejumlah sorotan terkait keberadaan papan informasi proyek dan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lokasi pekerjaan.
Menanggapi hal tersebut, pihak pelaksana memberikan penjelasan bahwa papan informasi proyek dan papan K3 telah tersedia sejak awal pekerjaan dimulai.








