Orang Tua: Anak Nias Berhak Mendapat Bangunan Terbaik
Suara serupa disampaikan Ama OI Gulo, yang hadir sebagai perwakilan masyarakat dan orang tua.
Ia meminta seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan bekerja dengan penuh tanggung jawab karena bangunan tersebut nantinya akan menjadi tempat generasi muda Nias menuntut ilmu.
“Kami tidak meminta kemewahan, kami hanya meminta satu hal: bangunlah gedung ini dengan jujur, teliti, dan penuh amanah,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa setiap rupiah yang digunakan untuk proyek tersebut berasal dari uang rakyat.
“Janganlah gedung yang menjadi harapan masa depan putra-putri Nias justru dibangun dengan bahan yang diragukan kualitasnya dan dikerjakan melanggar aturan yang ada,” katanya.
Empat Tuntutan Diajukan
Dalam aksi tersebut, KORSA DEM dan masyarakat menyampaikan empat tuntutan utama.
Pertama, meminta Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XIII segera menurunkan tim peninjau dan melakukan pengujian menyeluruh terhadap material yang digunakan dalam proyek.
Kedua, meminta PPK dan Konsultan Pengawas membuka seluruh data teknis proyek secara transparan kepada publik.
Ketiga, meminta pekerjaan yang diduga melanggar prosedur teknis dihentikan sementara sampai terdapat hasil pemeriksaan yang menyatakan pekerjaan aman dan layak dilanjutkan.
Keempat, meminta seluruh pelaksanaan pekerjaan kembali berpedoman secara penuh terhadap kontrak dan standar teknis yang berlaku.
Cabdisdik Terima Aspirasi, Pelaksana Belum Beri Tanggapan
Dalam aksi di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XIII, surat tuntutan masyarakat telah diterima dan ditandatangani sebagai tanda bukti penyampaian aspirasi.
Pihak Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XIII juga menyatakan akan menindaklanjuti aspirasi tersebut sesuai kewenangan.
Setelah itu, massa bergerak menuju lokasi proyek revitalisasi SMAN Unggulan Sukma Nias di Desa Faekhu untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek belum memberikan tanggapan resmi kepada masyarakat maupun awak media terkait berbagai dugaan yang menjadi sorotan dalam aksi tersebut.
KORSA DEM menegaskan aksi hari itu bukan akhir dari pengawasan masyarakat.
Jika dalam waktu yang telah diberikan belum terdapat tanggapan maupun langkah perbaikan yang dinilai nyata, massa menyatakan akan kembali turun ke jalan dalam tiga hari ke depan dengan dukungan masyarakat yang lebih luas.
Aksi yang berlangsung sejak siang hingga selesai tersebut berjalan tertib dan damai. Tidak dilaporkan adanya tindakan yang mengganggu ketertiban umum.
Bagi masyarakat, persoalan proyek SMAN Unggulan Sukma Nias bukan sekadar tentang berdirinya sebuah gedung sekolah. Di balik nilai proyek yang mencapai puluhan miliar rupiah, terdapat tuntutan yang jauh lebih besar: jaminan bahwa setiap rupiah uang rakyat benar-benar berubah menjadi bangunan yang kokoh, aman, berkualitas, dan layak diwariskan kepada generasi penerus**








