SIKATNEWS.id | Badan Pengusahaan (BP) Batam terus mengoptimalkan berbagai langkah strategis untuk menjaga ketersediaan dan kontinuitas pelayanan air minum bagi masyarakat di tengah kondisi cuaca dan curah hujan yang minim.
Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan ketersediaan air bersih di Batam sangat bergantung pada sumber air baku yang berasal dari waduk. Kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi untuk memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi.
“BU SPAM BP Batam dan PT Air Batam Hilir terus mengoptimalkan sistem pelayanan agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap menjadi prioritas,” ujar Denny di Batam Centre, Sabtu (08/08).
Denny menjelaskan, kondisi Waduk Nongsa saat ini mengalami penurunan volume air akibat rendahnya curah hujan di wilayah daerah tangkapan air. Penurunan tersebut turut berdampak terhadap kapasitas produksi Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Nongsa.
Meski demikian, instalasi pengolahan air tetap dioperasikan secara optimal. Proses pengolahan hingga pendistribusian air kepada masyarakat tetap dilakukan dengan mengacu pada standar baku mutu yang berlaku.
Untuk menjaga kontinuitas pelayanan, BP Batam bersama pihak terkait mengoptimalkan pasokan dari IPAM lainnya melalui interkoneksi jaringan. Langkah tersebut dilakukan agar distribusi air kepada pelanggan tetap terjaga, termasuk masyarakat yang berada di wilayah ujung jaringan.
Dalam kondisi tertentu, penyesuaian distribusi yang dilakukan untuk menjaga kestabilan pasokan dapat berdampak terhadap pergeseran jam layanan kepada pelanggan.
Denny juga meluruskan informasi mengenai sumber pasokan air untuk kawasan Nongsa Digital Park (NDP). Menurutnya, kawasan tersebut tidak bergantung sepenuhnya pada Waduk Nongsa.
Pasokan utama NDP berasal dari jaringan Waduk Duriangkang, sedangkan Waduk Nongsa berfungsi sebagai sumber penunjang atau support.








