“Kami terus mengoptimalkan seluruh sumber dan jaringan yang tersedia untuk menjaga pelayanan air bersih, khususnya bagi kebutuhan rumah tangga maupun industri,” tegasnya.
Selain memastikan pelayanan tetap berjalan, BP Batam juga memperkuat infrastruktur air bersih secara berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan melalui perluasan jaringan pipa distribusi serta penambahan kapasitas instalasi pengolahan air.
Pada tahun ini, BP Batam membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru berkapasitas 50 liter per detik di Sei Ladi. Pembangunan tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kapasitas penyediaan air bersih di Batam.
BP Batam juga mengembangkan potensi sumber air baru di luar waduk yang telah tersedia sebagai langkah antisipasi terhadap pertumbuhan penduduk dan peningkatan kebutuhan industri pada masa mendatang.
Salah satu teknologi yang dikembangkan adalah Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), yakni metode pengolahan air laut menjadi air tawar atau air bersih yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air.
Penguatan interkoneksi antarwaduk juga terus dilakukan. Dengan sistem tersebut, distribusi air ke berbagai wilayah, termasuk kawasan Nongsa, diharapkan menjadi lebih fleksibel dan stabil.
Di tengah kondisi cuaca yang berpengaruh terhadap ketersediaan air baku, Denny mengajak masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan sesuai kebutuhan.
“Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga ketersediaan air dengan tidak menggunakan air secara berlebihan, memastikan tidak ada kebocoran dan menghindari pemborosan. Penggunaan air secara bijak menjadi bagian penting dari upaya menjaga pasokan air bagi seluruh masyarakat Batam,” pungkasnya.(red).








