Data Center Batam Melesat 1,47 GW, Kebutuhan Listrik Diprediksi Jadi Tantangan Besar

SIKATNEWS.id | Pertumbuhan industri data center di Batam terus menunjukkan prospek besar. Namun, di balik peluang investasi tersebut, kesiapan energi dan infrastruktur kelistrikan menjadi pekerjaan penting yang harus dipastikan sejalan dengan laju investasi.

Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat kapasitas eksisting, komitmen, dan pipeline industri data center di Batam telah mencapai 1,47 gigawatt (GW) IT. Angka tersebut menunjukkan besarnya potensi kebutuhan energi yang harus dipersiapkan untuk mendukung Batam sebagai pusat data center regional.

Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, mengatakan pertumbuhan investasi tidak boleh berjalan lebih cepat dibandingkan kesiapan utilitas. Menurutnya, kepastian tarif listrik, pasokan energi, dan pembangunan infrastruktur menjadi bagian penting dari daya saing Batam.

Pernyataan itu disampaikan Fary dalam Sosialisasi Keputusan Menteri ESDM Nomor 354.K/TL.04/MEM.L/2026 tentang Tarif Tenaga Listrik PT PLN Batam di Hotel Mercure Batam, Jumat (25/9/2026).

BP Batam kini mendorong pendekatan “Utility First, Investment Follows”. Melalui pendekatan tersebut, kesiapan utilitas ditempatkan sebagai fondasi sebelum investasi baru masuk dan berkembang di Batam.

Ada lima aspek yang menjadi perhatian, yakni tarif listrik yang kompetitif, jaminan pasokan energi, percepatan pembangunan infrastruktur, ketahanan udara, serta integrasi antara investasi dengan kesiapan utilitas.