Namun, upaya tersebut disebut tidak berjalan sesuai harapan. Komunikasi dengan pihak berinisial FZ disebut terputus setelah yang bersangkutan memblokir jalur komunikasi.
“Kami sudah memberikan waktu dan kesempatan agar persoalan ini diselesaikan secara baik-baik. Kami tidak langsung mengambil langkah hukum karena ingin mencari solusi kekeluargaan. Tetapi komunikasi justru terhenti,” jelasnya.
Dalam kondisi tersebut, Dokter Yudi Herlambang menyampaikan bahwa fokus utamanya saat ini adalah kepentingan anak. Ia berharap dapat diberikan kesempatan untuk mengasuh dan memastikan masa depan anaknya.
“Saya sebenarnya ingin masalah ini selesai dengan baik. Harapan saya adalah anak saya bisa saya asuh dan saya jaga. Saya khawatir dengan kondisi dan masa depannya,” katanya.
Langkah Hukum Mulai Dipertimbangkan
Dengan belum adanya penyelesaian secara damai, pihak keluarga kini mulai mempertimbangkan langkah hukum. Dokter Yudi Herlambang menyebut akan berkonsultasi dengan penasihat hukum untuk menentukan tindakan selanjutnya.
Ia tidak menutup kemungkinan akan membuat laporan resmi apabila langkah tersebut dianggap menjadi jalan terbaik untuk memperjuangkan hak keluarga dan perlindungan terhadap anak.
“Keputusan akhir belum ditetapkan. Namun jalur hukum menjadi salah satu opsi yang sedang kami pertimbangkan. Kami akan berkonsultasi terlebih dahulu agar langkah yang diambil tepat,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak-pihak lain yang disebut dalam perkara tersebut belum memberikan keterangan resmi terkait tuduhan dan pernyataan yang disampaikan Dokter Yudi Herlambang (tim).








