Pertumbuhan ekspor juga terjadi ke sejumlah negara lainnya. Ekspor ke Tiongkok meningkat 49,63 persen menjadi USD 265,55 juta. Jerman tumbuh 65,36 persen menjadi USD 44,90 juta, sedangkan ekspor ke Filipina melonjak hingga USD 89,68 juta.
Plh. Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, mengatakan bahwa posisi Batam memiliki arti strategis bagi perekonomian di wilayah Indonesia bagian Barat.
Menurutnya, pertumbuhan investasi dan sektor logistik menunjukkan bahwa Batam semakin dipercaya dunia usaha dan memberikan efek berantai ke sektor industri, perdagangan, dan jasa.
Pihaknya akan terus memperkuat ekosistem kepelabuhanan yang terintegrasi guna mendukung arus logistik, investasi, dan mobilitas yang berkelanjutan.
“Capaian ini membuktikan bahwa Batam memiliki daya saing yang semakin kuat. Meningkatnya aktivitas logistik, ekspor, dan investasi menjadi indikator bahwa Batam berada pada jalur pertumbuhan yang tepat sebagai gerbang perdagangan dan investasi di wilayah Indonesia bagian Barat,” katanya, Kamis (04/06).
Sebelumnya, Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, capaian kinerja ekonomi Batam mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap Batam.
“Lonjakan ini menunjukkan Batam tidak hanya mampu menarik investasi, tetapi juga mengeksekusinya secara lebih cepat, pasti, dan produktif,” ujarnya.
Dengan pertumbuhan investasi yang kuat, ekspor yang terus berkembang, serta aktivitas pelabuhan yang meningkat, Batam semakin mempertegas perannya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi utama di Kepulauan Riau dan Indonesia. Untuk menjaga momentum tersebut, BP Batam akan terus memperkuat layanan investasi, mempercepat penyediaan utilitas, meningkatkan kepastian berusaha, serta mendorong pembangunan ekosistem industri yang berdaya saing dan berkelanjutan.(red).








