“Waktu pengerjaan mengalami delay karena faktor keselamatan tim teknis di area lumpur. Namun kami akan berusaha semaksimal mungkin agar pekerjaan selesai pada pukul 16.00 WIB dan air kembali mengalir 2 jam setelahnya,” ujar perempuan yang akrab disapa Tuty tersebut, pada Kamis (11/06).
Ia menambahkan, setelah proses dewatering rampung, pekerjaan akan dilanjutkan dengan penggalian lumpur, pengangkatan pipa yang rusak, pemasangan pipa baru, pemasangan baut las, pemasangan support pipa, hingga proses pemulihan suplai air ke pelanggan.
BP Batam juga mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk menyiapkan cadangan air selama pekerjaan berlangsung.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami juga mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk menyiapkan dan menampung cadangan air secukupnya,”
Selain itu, BP Batam menegaskan akan terus memberikan informasi terbaru terkait perkembangan pekerjaan di lapangan secara berkala kepada masyarakat.
“Dukungan dan pengertian dari masyarakat selama proses perbaikan ini sangat berarti demi menjaga keandalan jaringan air bersih di Kota Batam dalam jangka panjang,” tutupnya.(red)








