BP Batam Kurangi Biaya Operasional Rutin, Perkuat Belanja Modal Produktif Demi Tingkatkan Pelayanan Investasi

Namun, menyesuaikan dengan kebutuhan pembangunan saat ini, Amsakar bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, mengusulkan rekomposisi anggaran tahun 2027. Melalui usulan tersebut, anggaran Program Dukungan Manajemen sebesar Rp131,26 miliar atau sekitar 5 persen dari total pagu dialihkan ke Program Pengembangan Kawasan Strategis.

Kebijakan tersebut dilakukan untuk meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran dengan mengurangi biaya operasional rutin dan memperbesar porsi belanja modal yang produktif. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat pembangunan kawasan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat iklim investasi di Batam.

“Penguatan anggaran pembangunan tersebut akan diarahkan untuk mendukung pengembangan sumber daya air dan jaringan distribusi air minum, pengembangan infrastruktur lingkungan hidup termasuk instalasi pengolahan air limbah dan pengelolaan limbah B3, dan penguatan konektivitas darat seperti drainase dan infrastruktur jalan,” tegas Amsakar.

Menurutnya, rekomposisi anggaran tersebut merupakan bagian dari strategi BP Batam untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan investor sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Melalui langkah tersebut, BP Batam berharap pembangunan infrastruktur strategis dapat berjalan lebih cepat, iklim investasi semakin kompetitif, serta kontribusi Batam terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional terus meningkat.

“Infrastruktur yang andal akan memperkuat daya saing Batam sebagai tujuan investasi. Ketika investasi tumbuh, maka lapangan kerja terbuka, aktivitas ekonomi meningkat, dan manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Inilah yang menjadi fokus utama BP Batam dalam perencanaan anggaran Tahun 2027,” pungkasnya.(red).