Sejarah Baru Pelayanan Kesehatan Tapanuli Utara, Cathlab RSUD Tarutung Berhasil Tangani Pasien Pertama

“Testimoni dari keluarga pasien sudah mulai bermunculan dan diapresiasi di media sosial. Tolong kepercayaan masyarakat ini kita jaga bersama. Kepercayaan itu dimulai dari keramahan dan kualitas pelayanan dari nakes kita,” tegasnya.

Selain itu, Bupati menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan RI dan RSUP H. Adam Malik Medan atas dukungan, bimbingan, serta kerja sama yang terjalin erat dalam pengembangan layanan kardiovaskular di RSUD Tarutung. Pemkab Tapanuli Utara juga menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung program-program Kemenkes, termasuk penempatan dokter spesialis serta usulan revitalisasi infrastruktur rumah sakit.

Sementara itu, Direktur Pelayanan Klinis Kemenkes RI, Obrin Parulian Marpaung, dalam pemaparannya mengungkapkan bahwa penyakit jantung, stroke, ginjal, serta kematian ibu dan anak merupakan fokus pelayanan kesehatan prioritas nasional karena menyerap anggaran terbesar dan menjadi penyebab utama kematian.

Pemerintah pusat terus berupaya mendistribusikan fasilitas medis, alat kesehatan dengan skema kontrak servis 7 tahun, serta pendanaan pelatihan intervensi ke 514 kabupaten/kota di Indonesia.

Apresiasi senada juga disampaikan oleh Direktur RSUP H. Adam Malik Medan, Zainal Safri. Ia memuji komitmen tinggi Bupati Tapanuli Utara terhadap sektor kesehatan. Pihaknya berharap dengan optimalisasi fasilitas di RSUD Tarutung, beban overload pasien rujukan di RSUP Adam Malik dapat terurai secara signifikan melalui penanganan cepat di tingkat daerah.

Melalui momentum ini, Pemkab Tapanuli Utara optimistis layanan kesehatan rujukan regional di RSUD Tarutung akan semakin handal, mandiri, dan menjadi garda terdepan dalam menyelamatkan jiwa masyarakat Tapanuli Utara dan kawasan sekitarnya. (Samsul Situmeang).