Citramas Group Kucurkan Investasi Rp600 Miliar Bangun SWRO Kabil, BP Batam Dukung Pengembangan Data Centre Batam

SIKATNEWS id | Upaya memperkuat infrastruktur dasar untuk menopang pertumbuhan investasi di Batam terus dilakukan. Kali ini, Citramas Group memulai pembangunan fasilitas Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) di kawasan Kabil dengan nilai investasi mencapai USD 32,8 juta atau sekitar Rp600 miliar.

Groundbreaking pembangunan SWRO Kabil tersebut berlangsung pada Kamis (5/11/2026) dan dihadiri Kepala BP Batam, Amsakar Achmad. Proyek ini menjadi salah satu langkah strategis dalam menjawab kebutuhan pasokan air bersih, khususnya untuk mendukung pengembangan industri Data Centre dan kawasan industri terintegrasi.

Pembangunan SWRO Kabil direncanakan berlangsung dalam dua tahap dengan total kapasitas produksi mencapai 700 liter per detik (lps). Pada tahap pertama, fasilitas ini ditargetkan mampu memproduksi 300 lps, sementara tahap kedua akan menambah kapasitas sebesar 400 lps.

Amsakar Achmad menilai, ketersediaan air merupakan salah satu faktor fundamental dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Terlebih, Batam saat ini terus berkembang sebagai kawasan strategis bagi industri digital dan pusat pengelolaan data.

Menurutnya, pembangunan SWRO tidak sekadar menghadirkan fasilitas pengolahan air laut menjadi air bersih, tetapi juga memperlihatkan kontribusi sektor swasta dalam memperkuat infrastruktur pendukung investasi.

“Kami mengapresiasi langkah Citramas yang telah mengambil bagian dalam memperhatikan pasokan air di Batam. Ini merupakan komitmen investasi yang patut kita dukung bersama karena kebutuhan air menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan industri, termasuk pengembangan Data Centre di Batam,” ujar Amsakar.

Ia menegaskan, kesiapan infrastruktur dasar harus berjalan seiring dengan masuknya investasi. Dengan demikian, pelaku usaha memperoleh kepastian dalam mengembangkan kegiatan industrinya tanpa terkendala kebutuhan fasilitas pendukung.

Amsakar juga berharap pembangunan SWRO Kabil dapat memberikan nilai tambah bagi kawasan industri sekaligus meningkatkan daya saing Batam sebagai salah satu tujuan investasi unggulan.

“Investasi tidak hanya berbicara tentang pembangunan fasilitas usaha, tetapi juga bagaimana kita memastikan infrastruktur pendukungnya tersedia dengan baik. Ketersediaan air yang memadai akan memberikan kepastian bagi pelaku usaha untuk mengembangkan kegiatan investasinya. Karena itu, sinergi seperti ini perlu terus kita perkuat,” tambahnya.

Selama ini, kebutuhan air bersih untuk Kabil Industrial Estate (KIE) dan Nongsa Digital Park (NDP) turut didukung oleh embung mandiri milik Citramas Group di kawasan Kabil. Embung seluas sekitar 4 hektare tersebut memiliki kapasitas produksi air mencapai 5.200 meter kubik per hari atau setara 60,2 lps.