Tidak berhenti di situ, Citramas Group juga tengah mempercepat pembangunan embung baru di kawasan Nongsa Digital Park. Penambahan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari strategi mengantisipasi peningkatan kebutuhan air seiring berkembangnya aktivitas industri dan investasi.
CEO Citramas Group, Michael Wiluan, mengatakan bahwa keberhasilan pengembangan industri Data Centre sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur dasar, terutama ketersediaan air yang andal dan berkelanjutan.
Ia menyebutkan, pembangunan SWRO Kabil tahap pertama dengan kapasitas 300 lps ditargetkan mulai beroperasi pada November 2027. Secara keseluruhan, proyek tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi hingga 700 lps.
“Kami hari ini akan memulai tahapan pembangunan fasilitas SWRO 300 lps tahap pertama dengan target operasi hingga November 2027 dari total rencana kapasitas 700 lps. Pembangunan ini sekaligus menjadi bagian komitmen kami untuk membangun kawasan industri yang tidak hanya kompetitif tapi ikut bertanggung jawab terhadap pengelolaan infrastruktur pendukung investasi,” tegas Michael.
Michael menjelaskan, Citramas Group telah mengelola penyediaan air bersih secara mandiri untuk kawasan Kabil dan Nongsa sejak 1992. Selain memanfaatkan embung yang telah tersedia, perusahaan juga menyiapkan peningkatan kapasitas pasokan air melalui pembangunan embung baru dan pengolahan kembali air limbah industri.
Pada awal 2027, kapasitas produksi air bersih ditargetkan meningkat dari 5.200 meter kubik menjadi 10.000 meter kubik per hari atau setara 115,74 lps. Peningkatan tersebut diharapkan mampu mengimbangi pertumbuhan kebutuhan air di kawasan industri.
Selain pasokan air, Citramas Group juga memastikan dukungan infrastruktur lainnya, termasuk listrik dan konektivitas internet melalui kerja sama dengan sejumlah mitra strategis serta instansi terkait.
Amsakar menegaskan, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci dalam memperkuat kesiapan infrastruktur Batam. Menurutnya, investasi yang didukung fasilitas dasar memadai akan membuka peluang pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
“Melalui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha, Batam diharapkan semakin siap memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar, memberikan kepastian bagi investor, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja bagi masyarakat. Dan pembangunan ini harus kita dukung agar tidak ada kendala dan dapat terselesaikan sampai waktu yang telah ditentukan,” tutup Amsakar.
Pembangunan SWRO Kabil sekaligus mempertegas pentingnya sinergi pemerintah dan investor dalam menyiapkan infrastruktur berkelanjutan. Dengan tambahan kapasitas pengolahan air tersebut, Batam diharapkan semakin siap menghadapi peningkatan kebutuhan industri, khususnya sektor Data Centre yang terus berkembang.








