Ketiga, memperkuat reboisasi dan perlindungan daerah tangkapan air.
Selain langkah teknis, BP Batam juga berupaya memaksimalkan program reboisasi serta perlindungan dan pelestarian Daerah Tangkapan Air (DTA).
Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan kepedulian terhadap kawasan resapan, penghijauan, serta pencegahan berbagai aktivitas yang berpotensi mengurangi fungsi kawasan sebagai daerah tangkapan air.
Keempat, mengembangkan infrastruktur penyediaan air untuk kebutuhan jangka panjang.
BP Batam juga terus mendorong pengembangan infrastruktur penyediaan air guna memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.
Selain mengoptimalkan infrastruktur yang telah tersedia, BP Batam menyiapkan berbagai opsi pengembangan sumber air, termasuk pemanfaatan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) sebagai salah satu alternatif pengolahan air laut untuk memperkuat ketahanan air pada masa mendatang.
“Menjaga sumber air tidak cukup hanya dengan membangun dan memelihara infrastruktur. Kita juga harus menjaga lingkungan di sekitar sumber air. Ini merupakan tanggung jawab bersama karena keberlanjutan air Batam sangat bergantung pada bagaimana kita menjaga alam hari ini,” pesannya.
Ajak Masyarakat Hemat Air
Di sisi lain, BP Batam mengajak masyarakat untuk turut berperan dalam menjaga ketahanan air dengan menggunakan air secara bijak.
Menurut Denny, upaya pemerintah dan pengelola infrastruktur air akan semakin efektif apabila diikuti dengan kesadaran masyarakat untuk menghemat penggunaan air di tingkat rumah tangga.
Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat antara lain menggunakan air sesuai kebutuhan dan mematikan keran ketika tidak digunakan.
Masyarakat juga diimbau untuk memeriksa instalasi air secara berkala guna memastikan tidak terjadi kebocoran, serta mengurangi penggunaan air untuk kebutuhan sekunder selama periode kemarau atau cuaca kering.
Selain itu, masyarakat diharapkan turut menjaga lingkungan dan kawasan tangkapan air, termasuk tidak membuang puntung rokok atau melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di sekitar kawasan vegetasi.
“Kami mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan air Batam. Tidak harus dengan langkah yang besar. Menggunakan air seperlunya, memastikan tidak ada kebocoran di rumah, dan mematikan keran ketika tidak digunakan merupakan langkah sederhana yang dampaknya sangat berarti apabila dilakukan bersama-sama,” pungkasnya.(red).








