Kasus Ibu Melahirkan di Rumah Menggema, DPRD Gunungsitoli Desak Pelayanan Dievaluasi

SIKATNEWS.id | Kasus seorang ibu asal Desa Gada, Kecamatan Gunungsitoli Barat, Kota Gunungsitoli, yang melahirkan di rumah tanpa pendampingan tenaga medis setelah sebelumnya mendatangi UPTD Puskesmas Gunungsitoli Barat, mendapat perhatian serius dari DPRD Kota Gunungsitoli.

Anggota DPRD Kota Gunungsitoli dari Komisi I, Yobedi Laowo, S.E., meminta pelayanan di UPTD Puskesmas Gunungsitoli Barat segera dievaluasi secara menyeluruh.

Yobedi menilai peristiwa yang dialami Suriani Halawa alias Ina Niken tidak boleh berhenti sebatas keluhan keluarga. Menurutnya, kejadian tersebut harus menjadi bahan evaluasi terhadap mekanisme pelayanan dan respons petugas kesehatan, khususnya dalam menangani pasien dengan tanda-tanda persalinan.

Kepada media, Kamis (24/9/2026), Yobedi mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli untuk meminta penjelasan sekaligus memastikan persoalan tersebut ditindaklanjuti.

“Ini harus dievaluasi. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali kepada masyarakat, khususnya ibu yang datang untuk mendapatkan pelayanan persalinan,” ujar Yobedi.

Menurutnya, koordinasi dengan Dinas Kesehatan diperlukan agar pimpinan dapat melakukan evaluasi terhadap jajaran di bawahnya, terutama pihak UPTD Puskesmas Gunungsitoli Barat yang memberikan pelayanan pada malam ketika Suriani datang.

Yobedi juga meminta agar cara kerja petugas pelayanan di puskesmas tersebut diperiksa secara menyeluruh, termasuk bagaimana proses pemeriksaan, pengambilan keputusan, penyampaian informasi kepada pasien dan keluarga, hingga pertimbangan medis ketika seorang ibu hamil datang dengan tanda-tanda persalinan.

Jangan Berhenti pada Kebijakan

Yobedi mengingatkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan kesehatan harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Menurutnya, pelayanan publik merupakan bagian penting dari pelaksanaan visi dan misi Pemerintah Kota Gunungsitoli sehingga implementasinya harus benar-benar dirasakan masyarakat.

Ia meminta agar visi dan misi pemerintah daerah tidak berhenti pada dokumen kebijakan, tetapi diwujudkan melalui tindakan dan kualitas pelayanan seluruh aparatur ketika berhadapan langsung dengan masyarakat.

“Ke depan jangan sampai ada lagi pasien bersalin yang mengalami hal serupa,” tegasnya.

Lebih jauh, Yobedi meminta persoalan tersebut segera diproses dengan melihat secara utuh rangkaian kejadian dan tanggung jawab masing-masing petugas yang berada dalam pelayanan pada saat itu.

Ia bahkan meminta adanya tindakan tegas apabila dalam pemeriksaan internal nantinya ditemukan petugas yang terbukti melalaikan tanggung jawab.

“Terhadap peristiwa ini harus segera diproses. Kadinkes diminta lebih berani memberikan sanksi berat bagi petugasnya sebagai bentuk tanggung jawab jabatan dan moral terhadap nyawa manusia,” kata Yobedi.

Namun, mengenai ada atau tidaknya pelanggaran prosedur maupun kelalaian petugas, hal tersebut masih memerlukan pemeriksaan dan penjelasan resmi dari pihak terkait.

Berawal dari Kedatangan Pasien Senin Malam

Kasus tersebut bermula ketika Suriani Halawa, warga Desa Gada, datang ke UPTD Puskesmas Gunungsitoli Barat pada Senin malam, 21 September 2026, setelah mengalami tanda-tanda hendak melahirkan.