Investasi Batam Tumbuh 62,75 Persen, Lapangan Kerja dan Aktivitas Ekonomi Meningkat

SIKATNEWS.id | Momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi refleksi atas perjalanan Batam yang terus bergerak maju. Di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, penguatan investasi, pembangunan infrastruktur, konektivitas logistik, serta kemudahan berusaha terus diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Kinerja investasi Batam sepanjang 2026 menunjukkan tren positif. Berdasarkan pemantauan dengan metode bottom-up BP Batam, realisasi investasi hingga Semester I 2026 telah mencapai Rp38,97 triliun. Sementara berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), realisasi investasi tercatat sebesar Rp29,89 triliun.

Capaian tersebut menunjukkan tingginya aktivitas investasi sekaligus semakin kuatnya kepercayaan dunia usaha terhadap Batam sebagai salah satu kawasan strategis investasi di Indonesia.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan, capaian investasi tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor sekaligus konsistensi BP Batam dalam membangun iklim investasi yang kompetitif.

Menurut Amsakar, investasi tidak hanya diukur dari besarnya nilai investasi yang masuk, tetapi juga dari kemampuan kawasan dalam memberikan kepastian, mempercepat proses, memastikan investasi terealisasi, serta memberikan dampak bagi masyarakat.

“Kepercayaan dunia usaha terhadap Batam terus menguat. Tugas kita adalah memastikan kepercayaan tersebut dijawab dengan pelayanan yang semakin baik, kepastian berusaha dan pembangunan infrastruktur yang mendukung kebutuhan investor,” ujar Amsakar.

Sebelumnya, pada Triwulan I 2026, realisasi investasi Batam mencapai Rp17,48 triliun atau tumbuh 102,85 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut hampir 14 kali lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan investasi nasional yang tercatat 7,2 persen. Batam juga berkontribusi sekitar 26,5 persen terhadap tambahan investasi nasional pada periode tersebut.

Momentum Pertumbuhan Investasi Terus Dijaga

Amsakar menegaskan, capaian investasi Semester I menjadi modal penting untuk menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir 2026.

Dengan target investasi Batam tahun ini sebesar Rp70 triliun, realisasi Semester I berdasarkan LKPM sebesar Rp29,89 triliun telah mencapai 42,70 persen dari target. Sementara berdasarkan metode bottom-up BP Batam, realisasi sebesar Rp38,97 triliun telah mencapai 55,67 persen dari target tahunan.

“Kita tidak boleh berhenti pada angka. Yang paling penting adalah bagaimana investasi ini terus bergerak, proyeknya terealisasi, lapangan kerja tercipta, industri berkembang, dan memberikan multiplier effect bagi ekonomi Batam,” kata Amsakar.

Untuk menjaga daya saing Batam sebagai kawasan investasi strategis, BP Batam akan terus memperkuat kemudahan berusaha, kepastian regulasi, percepatan pelayanan, serta pembangunan infrastruktur.

Pelayanan Jadi Kunci Kepastian Investor

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menilai, tingginya realisasi investasi harus diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada dunia usaha.

Menurutnya, investor membutuhkan ekosistem yang mampu memberikan kepastian sejak tahap awal investasi hingga proyek dapat beroperasi.

“Pelayanan publik harus cepat, kolaborasi lintas instansi juga semakin kuat, serta berbagai hambatan investasi diselesaikan secara cepat dan terukur. Ini menjadi faktor penting untuk memberikan kepastian dan kenyamanan bagi investor,” ujar Li Claudia.

Ia menegaskan bahwa BP Batam bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus membangun koordinasi yang lebih efektif agar berbagai kebutuhan investor dapat direspons secara cepat.

“Kita ingin investor tidak hanya datang ke Batam, tetapi juga merasa nyaman untuk berkembang dan melakukan ekspansi di Batam,” tambahnya.

Li Claudia mengatakan, keberhasilan investasi pada akhirnya harus tercermin melalui manfaat yang dirasakan masyarakat, baik dalam bentuk penciptaan lapangan kerja, penguatan industri lokal, peningkatan aktivitas ekonomi, maupun peningkatan daya saing Batam.

Investasi Tumbuh, Kesempatan Kerja Meningkat