Darwis juga menyinggung koordinasi yang sebelumnya telah dilakukan dengan Kepala Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli.
Menurutnya, Kepala Dinas Kesehatan sebelumnya telah menyampaikan akan memanggil pihak-pihak terkait untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.
Namun, Darwis mempertanyakan perkembangan proses tersebut apabila belum terdapat kejelasan mengenai hasil pemeriksaan maupun langkah yang akan diambil pemerintah.
Ia juga mengingatkan agar proses pemeriksaan tidak hanya menjadi proses internal yang berujung pada pembenaran terhadap pihak tertentu.
“Antara pimpinan dengan anggota, ya pasti saling bela-membela lah, cari-cari pembenaran,” ujarnya.
Pernyataan tersebut merupakan penilaian Darwis terhadap kemungkinan proses penanganan internal dan bukan kesimpulan bahwa telah terjadi tindakan saling membela dalam penanganan kasus tersebut.
Berawal dari Pasien Datang Saat Tanda Persalinan
Kasus tersebut sebelumnya dialami Suriani Halawa alias Ina Niken**, warga Desa Gada, Kecamatan Gunungsitoli Barat.
Pada Senin malam, 21 September 2026, Suriani disebut mengalami tanda-tanda hendak melahirkan. Suaminya, Arlius Lase alias Ama Niken, kemudian menghubungi bidan desa dan meminta bantuan ambulans untuk membawa istrinya ke Puskesmas Gunungsitoli Barat.
Setelah tiba di Puskesmas, Suriani menjalani pemeriksaan oleh petugas yang bertugas malam itu.
Berdasarkan keterangan keluarga, saat itu mereka mendapat penjelasan bahwa pembukaan persalinan masih berada pada tahap awal dan proses kelahiran diperkirakan masih membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua hari.
Suriani kemudian dibawa kembali ke rumah.
Namun, beberapa jam kemudian kondisi berubah. Suriani justru melahirkan anak ketiganya di rumah tanpa pendampingan tenaga medis. Persalinan tersebut dibantu keluarga dan warga sekitar.
Peristiwa itu kemudian dipertanyakan karena pasien sebelumnya telah dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan pertolongan.
DPRD Sebelumnya Juga Minta Evaluasi
Persoalan tersebut sebelumnya juga mendapat perhatian dari anggota DPRD Kota Gunungsitoli Komisi I, Yobedi Laowo, S.E.
Yobedi meminta pelayanan di Puskesmas Gunungsitoli Barat dievaluasi dan kasus tersebut diproses agar dapat diketahui secara jelas apa yang terjadi dalam pelayanan terhadap pasien.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli Everoni Mendrofa sebelumnya menyatakan akan menindaklanjuti laporan tersebut dan memanggil pihak-pihak terkait.
Kini, desakan kembali muncul dari Darwis Zendrato agar penanganan tidak berhenti pada evaluasi administratif.
Ia meminta pemerintah daerah memastikan pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, termasuk menelusuri prosedur pemeriksaan pasien, pertimbangan petugas, keputusan memulangkan pasien, serta kondisi pasien hingga akhirnya melahirkan di rumah.
Menurut Darwis, hasil pemeriksaan nantinya harus menjadi dasar untuk menentukan apakah diperlukan pembinaan, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, perbaikan prosedur pelayanan, atau tindakan lain sesuai hasil pemeriksaan.
Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi dan pelayanan kesehatan, khususnya terhadap ibu yang akan melahirkan, benar-benar mengutamakan keselamatan pasien.
“Ini menyangkut nyawa manusia yang harus dihargai dan yang harus diselamatkan,” pungkas Darwis.(Yason Gea).








