Ibu Melahirkan di Rumah Usai dari Puskesmas Gunungsitoli Barat, Darwis Minta Wali Kota Turun Tangan

SIKATNEWS.id | Kasus seorang ibu yang melahirkan di rumah tanpa pendampingan tenaga medis setelah sebelumnya menjalani pemeriksaan di UPTD Puskesmas Gunungsitoli Barat, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, kembali menjadi sorotan.

Kali ini, desakan evaluasi menyeluruh datang dari Darwis Zendrato, mantan anggota DPRD yang kini turut berperan sebagai pemerhati pelayanan publik. Ia meminta Pemerintah Kota Gunungsitoli tidak menganggap ringan persoalan tersebut karena menyangkut pelayanan kesehatan dan keselamatan ibu serta bayi.

Darwis secara khusus mendesak Wali Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli memberikan perhatian serius dan memastikan seluruh rangkaian pelayanan terhadap pasien diperiksa secara objektif.

Menurut Darwis, persoalan dalam kasus tersebut bukan sekadar fakta bahwa persalinan akhirnya berlangsung di rumah. Yang perlu diperiksa, kata dia, adalah proses pemeriksaan, pertimbangan medis, hingga keputusan petugas ketika pasien datang ke Puskesmas Gunungsitoli Barat dalam kondisi menunjukkan tanda-tanda persalinan.

“Perhitungan bahwa satu hari, dua hari lagi baru bisa melahirkan, rupanya dalam hitungan jam sudah bisa melahirkan. Ini adalah diagnosa yang salah, pemeriksaan yang salah sebenarnya,” ujar Darwis, Rabu (30/9/2026).

Pertanyakan Keputusan Pasien Dipulangkan

Darwis mempertanyakan keputusan petugas yang tidak menganjurkan pasien menjalani rawat inap setelah dilakukan pemeriksaan.

Menurut dia, apabila hasil pemeriksaan menyebut persalinan diperkirakan masih membutuhkan waktu satu hingga dua hari, seharusnya kondisi pasien tetap dipertimbangkan untuk mendapatkan observasi lebih lanjut guna mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi.

“Semestinya diwanti-wanti dengan prediksi satu sampai dua hari. Manakala meleset, kan harusnya lanjut untuk rawat inap,” katanya.

Ia juga menyoroti keputusan memulangkan pasien pada malam hari.

“Seharusnya mereka tidak menyuruh pulang masyarakat kita atau pasien tersebut, apalagi mau melahirkan. Itu tidak baik, di suasana tengah malam disuruh pulang,” ujar Darwis.

Menurutnya, persoalan tersebut harus dilihat dari perspektif keselamatan pasien, bukan semata-mata persoalan administratif pelayanan.

“Ini menyangkut nyawa manusia yang harus dihargai dan yang harus diselamatkan,” tegasnya.

Minta Semua Petugas yang Bertugas Dipanggil

Darwis meminta Kepala Puskesmas Gunungsitoli Barat dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli tidak hanya menerima laporan secara administratif, tetapi melakukan pemeriksaan secara detail terhadap seluruh rangkaian kejadian pada malam tersebut.

Ia meminta seluruh tenaga kesehatan yang bertugas ketika pasien datang diperiksa dan dimintai keterangan.

“Harus dipanggil semua tenaga kesehatan yang terlibat pada malam itu. Diminta keterangannya, kemudian diteliti apa penyebab sampai kesimpulannya seperti itu,” kata Darwis.

Menurutnya, pemeriksaan tersebut penting untuk mengetahui apakah persoalan muncul akibat keterbatasan kemampuan, kekurangan pengetahuan, kesalahan dalam pengambilan keputusan medis, atau faktor lainnya.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kekurangan kemampuan atau pengetahuan tenaga kesehatan, Darwis mengatakan pemerintah perlu melakukan pembinaan serta peningkatan kapasitas secara berkala.

Namun, apabila pemeriksaan nantinya menemukan adanya kelalaian atau unsur kesengajaan, ia meminta pemerintah memberikan tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Apabila tenaga kesehatan ini melakukan kelalaian, melakukan kesengajaan karena malas, nah ini perlu sanksi keras. Sanksi tegas ini harus diberikan kepada tenaga kesehatan tersebut,” ujarnya.

Darwis menegaskan, jumlah petugas yang terlibat tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan proses pemeriksaan.

“Mau satu orang, mau dua orang, tiga orang yang terlibat melakukan kelalaian itu atau unsur kesengajaan, tidak boleh main-main. Harus dikasih penindakan dan sanksi yang beratlah kepada mereka,” katanya.

Soroti Tindak Lanjut Dinas Kesehatan