BP Batam Percepat Transformasi Layanan, Investasi Tembus Rp38,97 Triliun

“Kami ingin memastikan investor mendapatkan kepastian dalam berusaha. Oleh karena itu, pembenahan regulasi dan peningkatan kualitas pelayanan menjadi bagian penting dari transformasi yang terus kami lakukan agar investor merasa aman dan nyaman mengembangkan usahanya di Batam,” ujar Amsakar, Senin (31/08).

Untuk mendukung transformasi tersebut, BP Batam menerapkan kebijakan yang menempatkan lembaga tersebut sebagai single-window regulator di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam.

Pengembangan kawasan juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem industri melalui sektor manufaktur, logistik internasional, industri digital dan kreatif, serta industri ringan non kimia.

“Fokus kami tidak hanya membenahi penataan dan pengembangan kawasan, tapi bagaimana agar kinerja investasi yang kian baik ini dapat memberikan stimulus terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Artinya, investasi yang hadir harus mampu memperkuat industri, menciptakan peluang ekonomi, dan memberikan nilai tambah bagi Batam” jelas Amsakar lagi.

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menegaskan bahwa investasi yang masuk ke Batam harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi.

Dengan transformasi layanan investasi yang menjadi prioritas saat ini, Li Claudia berharap, kinerja ekonomi Batam dapat terus meningkat sepanjang tahun 2026 dan semakin memperkuat posisi Batam sebagai kawasan yang produktif, tertata, dan kompetitif.

“Kami menyadari bahwa membangun Batam tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan kepercayaan dan kerja sama antara pemerintah, investor, pelaku usaha, dan masyarakat. Mari kita bahu membahu agar perekonomian di Batam bisa tumbuh lebih baik,” pungkasnya.(red).