Perluasan layanan pelayaran langsung tersebut memberikan keuntungan bagi pelaku usaha.
Biaya pengiriman logistik rute Batam–Shanghai kini berkisar USD 650–800 per kontainer 20 kaki (20 Feet), lebih rendah dibandingkan pola sebelumnya yang menggunakan kapal feeder dan transshipment melalui Singapura dengan biaya mencapai USD 950–1.100.
Skema tersebut memberikan potensi penghematan hingga USD 300 per kontainer atau efisiensi sekitar 30–50 persen, sekaligus memangkas waktu pengiriman menjadi delapan hari.
Bagi perusahaan pelayaran, efisiensi waktu sandar hingga 17 jam per kapal juga mampu mengurangi biaya operasional armada hingga USD 3.800 setiap kunjungan kapal.
Selain peningkatan infrastruktur, pengelola TPK Batu Ampar juga tengah memperkuat digitalisasi layanan melalui implementasi sistem Direct Billing.
Sistem pembayaran secara real-time tersebut akan diberlakukan secara penuh setelah seluruh pengguna jasa dinyatakan siap.
Melalui mekanisme ini, pengguna jasa dapat melakukan pembayaran layanan terminal secara langsung kepada pengelola tanpa melalui pihak ketiga.
Implementasi Direct Billing diharapkan mampu memangkas birokrasi, meningkatkan transparansi, mempercepat proses administrasi, sekaligus membantu menurunkan waktu inap barang (dwelling time).
Direktur Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, menilai berbagai capaian tersebut menunjukkan pengembangan TPK Batu Ampar berjalan sesuai target.
“Ke depan, BP Batam berkomitmen memperbesar kapasitas tampung terminal agar dapat merespons pertumbuhan arus barang global dan memperkokoh posisi Batam sebagai hub logistik regional,” ujarnya optimis.
Sementara itu, Direktur PT Batam Terminal Petikemas, Capt. Basori Alwi, menegaskan komitmen BTP bersama BACT untuk menjaga keberlanjutan peningkatan produktivitas pelabuhan melalui pemanfaatan teknologi digital.
Ke depan, pengembangan TPK Batu Ampar akan dilanjutkan melalui perluasan terminal, pengerukan kolam pelabuhan agar dapat melayani kapal berukuran lebih besar dengan draf lebih dalam, serta integrasi ekosistem digital kepelabuhanan secara menyeluruh.
“BP Batam bersama BTP dan BACT akan melanjutkan berbagai program strategis untuk mendukung pertumbuhan investasi dan perekonomian nasional,” pungkas Basori.(red).








