SIKATNEWS.id | Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar terus bertransformasi menjadi gerbang logistik berstandar internasional melalui modernisasi infrastruktur, penguatan sistem operasional, serta peningkatan kualitas layanan. Langkah ini berhasil meningkatkan produktivitas terminal sekaligus memperkuat konektivitas pelayaran global dari Batam.
Pengembangan TPK Batu Ampar dikelola oleh PT Batam Terminal Petikemas (BTP) sebagai mitra kerja sama BP Batam bersama PT Batu Ampar Container Terminal (BACT).
Transformasi tersebut didukung investasi sekitar USD 85 juta yang difokuskan untuk pembaruan peralatan bongkar muat, perluasan lapangan penumpukan (container yard), peningkatan kapasitas terminal, hingga digitalisasi layanan kepelabuhanan guna menciptakan operasional yang lebih efisien.
Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan bahwa penataan TPK Batu Ampar merupakan bagian dari strategi besar BP Batam dalam membangun ekosistem logistik yang mampu bersaing di kawasan Asia Tenggara.
“Sejalan dengan arahan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, pengembangan TPK Batu Ampar akan terus diakselerasi. sebagai komitmen untuk mewujudkan sistem logistik yang modern dan efisien, sekaligus meningkatkan daya saing Batam sebagai kawasan perdagangan bebas, industri, dan tujuan investasi utama,” ujar Denny dalam keterangan resmi yang diterima, Jumat (10/07).
Hasil modernisasi tersebut mulai terlihat dari peningkatan berbagai indikator operasional di terminal.
Produktivitas bongkar muat peti kemas atau Container Handling Productivity meningkat dari 18 BCH (box crane per hour) menjadi 24 BCH, atau naik sekitar 33 persen.
Sementara itu, Ship Handling Productivity mengalami peningkatan yang lebih signifikan, yakni dari 12 BSH (box ship per hour) menjadi 40 BSH atau meningkat lebih dari tiga kali lipat.
Peningkatan kinerja peralatan dan sistem operasional tersebut juga berdampak terhadap efisiensi waktu pelayanan kapal.
Vessel Turnaround Time atau waktu putar kapal berhasil dipangkas hingga 65 persen, dari rata-rata 20 jam menjadi hanya 7 jam. Sedangkan Waiting Time turun dari 1,4 jam menjadi 0,6 jam atau berkurang sekitar 57 persen.
Kinerja operasional yang semakin baik turut mendorong pertumbuhan arus peti kemas di TPK Batu Ampar.
Selama periode Januari hingga Mei 2026, terminal mencatatkan arus peti kemas mencapai 221.183 TEUs. Dari jumlah tersebut, aktivitas ekspor mencapai 71.930 TEUs atau sekitar 32,5 persen dari total volume, mencerminkan pertumbuhan aktivitas industri dan perdagangan di Batam.
Peningkatan layanan pelabuhan juga diikuti penguatan konektivitas pelayaran internasional melalui layanan direct call.
Frekuensi kapal berkapasitas 1.200 hingga 2.000 TEUs meningkat dari semula 6–7 kali menjadi 10–13 kali setiap bulan.
Selain itu, TPK Batu Ampar juga melayani kapal berkapasitas 1.000–1.900 TEUs sebanyak dua kali setiap bulan, serta kapal berkapasitas 1.000 TEUs sebanyak satu hingga dua kali dalam sebulan.








