Menurut Fary, pengembangan bandara perlu terintegrasi dengan kawasan industri dan jaringan rantai pasok global. Kepastian regulasi, kemudahan berusaha, serta kepercayaan investor menjadi faktor penting untuk menciptakan iklim investasi yang berkelanjutan.
Selain mengikuti forum tersebut, delegasi BP Batam bertemu dengan Wakil Duta Besar RI di Seoul, Ali Andika Wardhana. Pertemuan ini membahas peluang ekspansi perusahaan Korea Selatan ke Batam, fasilitasi pertemuan bisnis, serta rencana kunjungan calon investor.
BP Batam juga menawarkan potensi investasi di sektor elektronik, semikonduktor, komponen kendaraan listrik, rekayasa presisi, logistik, dan teknologi digital. Dengan dukungan status kawasan perdagangan bebas, empat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), serta 31 kawasan industri, Batam dinilai memiliki peluang untuk memperluas kerja sama dengan pelaku usaha internasional.
Rangkaian kunjungan pada 20–24 Oktober 2026 turut mencakup pembelajaran pengelolaan bandar udara dan kawasan ekonomi di Incheon, Korea Selatan. Langkah ini diharapkan memperkuat pengembangan Hang Nadim sekaligus mendorong realisasi investasi yang berdampak pada pertumbuhan industri dan penciptaan lapangan kerja di Batam.








