BP Batam Percepat Penanganan Krisis Air Nongsa, Investor Data Center Wajib Gunakan SWRO

SIKATNEWS.id | Badan Pengusahaan (BP) Batam mempercepat penanganan gangguan pasokan air bersih di wilayah Nongsa menyusul penurunan tinggi muka air Waduk Nongsa akibat minimnya curah hujan yang berkaitan dengan fenomena El Niño.

Sejumlah langkah dilakukan, mulai dari mengalirkan air Embung Kebun Raya Nongsa ke Waduk Nongsa, memasang pipa interkoneksi dengan jaringan distribusi Waduk Duriangkang, hingga menyiapkan mini booster pump untuk memperkuat aliran air ke kawasan permukiman dengan elevasi tinggi.

Selama proses penanganan berlangsung, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) juga meningkatkan pengiriman air menggunakan mobil tangki bagi warga terdampak.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat menjadi prioritas utama.

“Fokus utama BP Batam saat ini adalah memastikan air sampai ke rumah-rumah warga,” ujar Ariastuty, Rabu (14/10/2026).

Investor Data Center Wajib Gunakan SWRO

Di tengah upaya menjaga pasokan air masyarakat, BP Batam menegaskan bahwa pengembang data center di Nongsa Digital Park dan kawasan industri Kabil diarahkan menggunakan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) untuk memenuhi kebutuhan air secara mandiri saat beroperasi penuh.