Kepada TNI dan Polri, Bupati mengharapkan dukungan penuh dalam pengamanan dan penanganan bencana, termasuk memastikan kesiapan personel untuk membantu masyarakat apabila terjadi bencana.
Selanjutnya, seluruh OPD, Camat, Kepala Desa diminta segera melakukan pengecekan terhadap kondisi infrastruktur di wilayah masing-masing, khususnya jembatan, jalan, dan saluran drainase yang berpotensi menimbulkan permasalahan ketika terjadi curah hujan dengan intensitas tinggi.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa pada tahun sebelumnya Kabupaten Tapanuli Utara mendapatkan apresiasi dari Satgas karena dinilai sebagai salah satu kabupaten yang cepat tanggap dalam penanganan keadaan darurat bencana.
“Harapan kita tentu tidak terjadi bencana pada tahun ini. Namun, kita tidak boleh lengah dan harus tetap siaga. Kita harus memastikan seluruh unsur sudah siap sehingga apabila terjadi keadaan darurat, penanganannya dapat dilakukan dengan cepat dan terkoordinasi,” ungkap Bupati.
Sebagai bentuk penguatan sistem penanggulangan bencana, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara juga telah menyediakan Pusdalops (Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana) sebagai pusat koordinasi, pemantauan, pengendalian informasi, dan operasional dalam menghadapi situasi kebencanaan.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BMKG, serta seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana, sehingga keselamatan masyarakat dan keberlangsungan aktivitas di Kabupaten Tapanuli Utara dapat tetap terjaga. (Samsul Situmeang).








