Amsakar Dukung Pengembangan Rempang Eco City, Transportasi Darat dan Laut Disiapkan

Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menyampaikan bahwa rekomendasi tersebut akan ditindaklanjuti untuk mendukung kemandirian masyarakat transmigran dalam memanfaatkan sumber daya alam dan sumber daya manusia.

“Rekomendasi yang sudah diberikan akan segera kami implementasikan agar masyarakat transmigran dapat mandiri dalam pemanfaatan sumber daya alam dan manusianya,” ujar Iftitah.

Menanggapi hasil kajian tersebut, Amsakar Achmad mengatakan rekomendasi yang disampaikan akan menjadi perhatian pemerintah daerah bersama kementerian dan lembaga terkait. Hasil kajian itu akan menjadi bahan pertimbangan dalam mendukung penataan dan pengembangan Rempang Eco City.

Amsakar menjelaskan, sejumlah upaya telah berjalan, di antaranya penghijauan melalui pembangunan taman serta pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui bantuan bibit budidaya bahari bagi nelayan setempat.

Selain penataan kawasan dan penguatan ekonomi warga, konektivitas menuju Rempang Eco City juga menjadi perhatian. Pemerintah menyiapkan dukungan transportasi darat melalui Trans Batam dan bus DAMRI.

Sementara itu, akses laut direncanakan mendapat dukungan dari Kapal Sri Bulang, Kapal Sri Galang, dan Kapal Sri Toda. Sarana transportasi tersebut diharapkan dapat membantu mempermudah mobilitas masyarakat menuju kawasan Tanjung Banon, Rempang Eco City.

“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan semaksimal mungkin sarana dan prasarana yang telah diupayakan pemerintah, untuk kemajuan wilayah transmigrasi Rempang Eco City,” tutup Amsakar.

Melalui Festival Transmigrasi 2026, rekomendasi akademis, pengembangan infrastruktur, penghijauan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan dukungan konektivitas menjadi sejumlah aspek yang dibahas dalam upaya penataan dan pengembangan kawasan Rempang Eco City.