Pemuda Nias di Jakarta Satukan Barisan, Desak Pusat Cabut Moratorium Demi Lahirnya Provinsi Kepulauan Nias

SIKATNEWS.id | Gelombang dukungan terhadap pembentukan Provinsi Kepulauan Nias kembali menguat. Forum Juang Ono Niha bersama Badan Persiapan Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias (BPP-PKN) menggelar diskusi dan koordinasi lintas pemuda Nias di On3 Cafe Senayan, Jakarta, Jumat (15/05/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting konsolidasi pemuda dan mahasiswa asal Kepulauan Nias yang berdomisili di DKI Jakarta untuk memperkuat perjuangan pencabutan moratorium pemekaran daerah serta mendorong lahirnya Provinsi Kepulauan Nias.

Diskusi berlangsung hangat namun penuh semangat perjuangan. Sejumlah agenda strategis dibahas, mulai dari koordinasi pelaksanaan Diskusi Publik Lintas Pemuda Nias Jakarta, penguatan pemahaman terkait urgensi pembentukan Provinsi Kepulauan Nias, hingga strategi membangun persatuan seluruh elemen masyarakat dalam mendesak pemerintah pusat mencabut moratorium pemekaran daerah.

Selain itu, para peserta juga membahas langkah lanjutan untuk melibatkan masyarakat secara lebih luas serta memperkuat komunikasi aktif dengan kepala daerah, DPRD, DPD RI, Kementerian Dalam Negeri, pemerintah pusat, hingga tokoh-tokoh suku Nias di berbagai wilayah Indonesia.

Ketua Koordinator Forum Juang Ono Niha, April Julianus Daeli menegaskan bahwa perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias tidak boleh berhenti di tengah jalan. Menurutnya, Kepulauan Nias memiliki posisi strategis bagi ketahanan nasional sekaligus berpotensi mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan.

“Perjuangan ini harus terus dilanjutkan karena Kepulauan Nias memiliki nilai strategis bagi ketahanan nasional dan kemajuan masyarakat. Kami juga melihat adanya dukungan dari berbagai tokoh Kepulauan Nias,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Renungan Syukur Berkat Lase yang menilai seluruh masyarakat Nias, baik di kampung halaman maupun perantauan, harus tetap konsisten mengambil bagian dalam perjuangan mendesak pencabutan moratorium pemekaran daerah.

Ia berharap panitia BPP-PKN bersama kepala daerah di Kepulauan Nias mampu membangun kerja sama yang maksimal agar langkah perjuangan semakin kuat dan terarah.

Sementara itu, Hendryk Ponsius Lombu menekankan pentingnya kesadaran kolektif seluruh elemen masyarakat dalam memperkuat pengaruh gerakan pemuda kepada pemerintah pusat.

Menurutnya, semakin besar keterlibatan masyarakat, maka semakin kuat pula tekanan moral dan politik agar aspirasi pencabutan moratorium segera mendapat perhatian serius dari Kementerian Dalam Negeri.

Dukungan penuh juga disampaikan Emon Wirawan Harefa yang menegaskan kesiapan pemuda Nias di Jakarta untuk berdiri di garis depan perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias.

Ia berharap pemerintah daerah terus memberikan dukungan moral serta semangat kepada para pemuda yang aktif memperjuangkan masa depan Kepulauan Nias.

Dalam forum tersebut, Claresta Wau mengaku awalnya sempat meragukan urgensi pembentukan Provinsi Kepulauan Nias. Namun setelah memahami kondisi ketertinggalan daerah serta berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, ia menilai pembentukan provinsi baru menjadi kebutuhan penting demi masa depan wilayah kepulauan tersebut.