Wabup Taput Hadiri WCCE 2026, Dorong Produk Kreatif Lokal Tembus Pasar Global

“Tapanuli Utara memiliki komoditas dan produk kreatif unggulan yang sangat potensial, mulai dari seni tenun Ulos tradisional, olahan Kopi Sumut/Sipirok-Tarutung, kuliner khas daerah, kerajinan tangan, seni musik dan pertunjukan Batak, hingga berbagai produk kreatif berbasis pariwisata,” ujar Wabup.

Meski demikian, Deni menekankan bahwa keunggulan tradisi dan kekayaan alam tidak cukup tanpa sentuhan modernisasi. Menurutnya, percepatan pertumbuhan sektor ekraf di Tapanuli Utara membutuhkan langkah konkret melalui pemanfaatan teknologi digital, peningkatan standar mutu dan kemasan produk (packaging), serta perluasan akses pasar.

“Potensi besar ini harus terus kita dorong melalui inovasi dan modernisasi. Kita ingin produk-produk UMKM dan pelaku kreatif Tapanuli Utara tidak hanya menjadi tuan rumah di daerah sendiri, tetapi juga mampu menembus rantai pasok nasional hingga pasar global,” tambahnya.

Lebih lanjut, penguatan sektor ekonomi kreatif ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru, meningkatkan nilai tambah produk lokal, serta memicu semangat generasi muda dan pelaku UMKM di Tapanuli Utara untuk terus berkarya dan berinovasi.

Sebagai bagian dari rangkaian WCCE 2026, turut diselenggarakan Creativillage, sebuah pameran ekonomi kreatif yang berlangsung pada 21–25 Oktober 2026 di kawasan SCBD, Jakarta. Pameran ini menampilkan ragam karya, inovasi, dan produk unggulan pelaku kreatif Tanah Air sebagai media promosi dan perluasan jaringan kemitraan bisnis. (Samsul Situmeang).