Polemik Ibu Hamil Dipulangkan Memanas, Etika Pegawai Puskesmas Gunungsitoli Barat Kembali Disorot

SIKATNEWS.id | Polemik Ibu Hamil Dipulangkan Memanas, Etika Pegawai Puskesmas Gunungsitoli Barat Kembali Disorot

Polemik dugaan ibu hamil yang dipulangkan dari Puskesmas Gunungsitoli Barat saat membutuhkan pertolongan menjelang persalinan kembali bergulir. Kali ini, sorotan tidak hanya diarahkan pada dugaan pelayanan terhadap pasien, tetapi juga menyangkut etika pelayanan dan sikap pegawai ketika menerima tamu di lingkungan puskesmas.

Pada Jumat, 2 Oktober 2026, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pedang Keadilan Perjuangan (PKP) Kota Gunungsitoli bersama sejumlah awak media mendatangi Puskesmas Gunungsitoli Barat.

Kedatangan tersebut untuk meminta penjelasan secara langsung terkait informasi yang sebelumnya beredar mengenai dugaan seorang ibu hamil yang sempat datang ke puskesmas ketika hendak melahirkan, namun kemudian disebut dipulangkan ke rumah.

Dalam pertemuan tersebut, wawancara dilakukan bersama Kepala UPTD Puskesmas Gunungsitoli Barat, Darni Susanti Zebua, di ruang kerjanya.

Namun, suasana wawancara kemudian menjadi sorotan setelah salah seorang pegawai disebut masuk ke ruangan tanpa terlebih dahulu meminta izin. Pegawai tersebut kemudian duduk di kursi kosong di sebelah wartawan dan disebut memotong pembicaraan yang sedang berlangsung.

Peristiwa tersebut mendapat perhatian dari Wakil Sekretaris DPD LSM PKP Kota Gunungsitoli, Yason Yonatan Gea, S.Pd.

Yason menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan etika pelayanan maupun penghormatan terhadap tamu, terlebih peristiwa itu berlangsung di hadapan pimpinan puskesmas.

Ia pun menyayangkan sikap tersebut karena menurutnya lingkungan fasilitas kesehatan semestinya mengedepankan keramahan, komunikasi yang baik, serta penghormatan kepada masyarakat maupun pihak yang datang untuk meminta informasi.

“Jangankan pelayanan bagus di Puskesmas Gunungsitoli Barat, etika pegawai saja tidak ada. Apalagi terhadap masyarakat kecil,” tegas Yason.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak boleh hanya dilihat sebagai persoalan komunikasi antara wartawan, LSM dan pegawai puskesmas. Ia menilai hal itu perlu menjadi bahan evaluasi terhadap budaya pelayanan publik di fasilitas kesehatan tersebut.

Soroti Dugaan Ibu Hamil Dipulangkan

Yason mengatakan dirinya turut mengambil bagian dalam persoalan dugaan ibu hamil yang dipulangkan tersebut bukan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok, melainkan atas dasar kepedulian terhadap keselamatan masyarakat.

Ia menyebut persoalan pelayanan persalinan merupakan masalah serius karena menyangkut keselamatan ibu dan bayi.

“Ini misi kemanusiaan dan misi kesehatan yang berpihak kepada rakyat kecil,” ujarnya.

Menurut Yason, apabila keluhan masyarakat mengenai pelayanan kesehatan terus muncul, pemerintah daerah perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh untuk mengetahui apakah persoalan tersebut berkaitan dengan prosedur pelayanan, komunikasi petugas, sumber daya manusia, atau faktor lainnya.