Dalam diskusi yang berlangsung dalam suasana akrab, penuh canda dan tawa, namun tetap intens dan konstruktif itu, Pemimpin Redaksi ATENSINEWS.co, Nota Ziliwu, yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kepulauan Nias, menekankan pentingnya membangun solidaritas dan kesadaran kolektif di kalangan wartawan di Kepulauan Nias sebagai fondasi utama dalam menjaga marwah profesi jurnalistik di tengah tantangan era digital yang semakin kompleks.
“Wartawan di Kepulauan Nias harus mampu memperkuat persatuan, menjunjung tinggi etika profesi, serta terus meningkatkan kapasitas intelektual agar dapat menjalankan fungsi kontrol sosial secara objektif dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Menurut dia, media massa tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pers harus hadir sebagai kekuatan konstruktif yang mampu mengawal kebijakan publik, mengedukasi masyarakat, sekaligus memberikan kritik yang solutif terhadap jalannya pemerintahan.
“Pers bukan sekadar pengamat, tetapi bagian penting dari ekosistem demokrasi daerah. Karena itu, hubungan antara media dan pemerintah perlu dibangun atas dasar profesionalisme, independensi, dan semangat kolaborasi,” katanya.
Selain membahas hubungan media dengan pemerintah daerah, diskusi tersebut juga menyoroti pentingnya membangun kemitraan yang sehat dengan aparat penegak hukum di Kepulauan Nias.
Para peserta sepakat bahwa sinergi antara pers dan aparat penegak hukum perlu diperkuat dalam kerangka transparansi informasi, penghormatan terhadap kebebasan pers, serta komitmen bersama dalam menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat.
Sejumlah wartawan yang hadir juga menyampaikan berbagai pandangan terkait tantangan profesi, mulai dari tekanan ekonomi media, maraknya disinformasi, hingga perlunya regenerasi wartawan muda yang memiliki integritas dan kompetensi.
Diskusi berkembang menjadi forum refleksi bersama mengenai masa depan pers lokal di Kepulauan Nias, terutama dalam menghadapi dinamika politik, sosial, dan pembangunan yang terus berkembang.
Suasana hangat yang terbangun sepanjang pertemuan mencerminkan semangat kebersamaan di antara para insan pers untuk terus menjaga solidaritas dan memperkuat posisi media sebagai pilar demokrasi.
Pertemuan informal namun sarat gagasan tersebut diharapkan menjadi langkah awal menuju terbentuknya ruang-ruang dialog yang lebih rutin dan terstruktur di kalangan wartawan Kepulauan Nias, guna memperkuat kualitas jurnalistik sekaligus memperluas kontribusi media bagi kemajuan daerah.
Dengan semakin eratnya komunikasi dan kolaborasi antarsesama jurnalis, insan pers di Kepulauan Nias diharapkan mampu tampil lebih solid, profesional, dan adaptif dalam menjawab tantangan zaman serta tetap menjadi penjaga suara publik yang independen dan terpercaya. (Red)








