Menanggapi hal tersebut, Kepala BP Batam, Amsakar Achmad menyambut baik apresiasi dan dukungan yang diberikan Banggar DPR RI terhadap berbagai upaya pengembangan Batam.
Dalam kesempatan itu, Amsakar menjelaskan bahwa BP Batam saat ini tengah mengoptimalkan tata kelola Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp2,4 triliun untuk pembangunan kawasan. Seluruh anggaran tersebut berasal dari skema pembiayaan PNBP tanpa meminta tambahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Kami memahami persoalan dan kebijakan nasional hari ini. Oleh sebab itu, tahun ini kita bergerak di angka 2,4 triliun. Sekitar 65 persen dari anggaran tersebut dialokasikan untuk belanja publik dan 35 persen untuk dukungan strategis,” katanya.
Menurut Amsakar, capaian investasi Batam tidak hanya ditunjukkan melalui angka, tetapi juga merupakan hasil dari berbagai pembenahan yang dilakukan BP Batam, mulai dari reformasi regulasi, penyederhanaan layanan investasi hingga percepatan pembangunan infrastruktur.
“Capaian ini bukan hanya angka. Ini cerminan kepercayaan investor terhadap ekosistem yang sedang kami bangun di Batam,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra menegaskan komitmen pihaknya dalam memastikan kesiapan infrastruktur guna mendukung kawasan industri yang kompetitif dan berkelanjutan.
“Kami tengah menyiapkan langkah penguatan infrastruktur untuk memastikan keandalan pasokan air dan listrik sebagai upaya meningkatkan daya saing kawasan industri,” seru Li Claudia.
Melalui kunjungan kerja ini, BP Batam berharap dukungan Banggar DPR RI dapat semakin memperkuat kebijakan pengembangan Batam sebagai kawasan tujuan investasi yang inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan.(red).








