BP Batam dan Pemko Batam Tangani 167 Titik Banjir

Amsakar bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, mendorong penanganan yang lebih menyeluruh melalui tiga pekerjaan utama. Rencana tersebut mencakup pembangunan kolam retensi di Cahaya Garden, dua segmen kanal banjir, serta pembangunan rumah pompa Bengkong di bagian hilir.

Ketiga pekerjaan tersebut direncanakan masuk dalam Tahun Anggaran 2027 dan akan menjadi salah satu prioritas yang dikerjakan secara sinergis oleh Pemko Batam dan BP Batam.

“Untuk Bengkong, kita siapkan penanganannya secara lebih menyeluruh. Saya minta Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Sinergi (Pemko Batam) dengan Deputi Infrastruktur (BP Batam) menyiapkan ini dengan baik dan matang,” jelas Amsakar.

Ia berharap kombinasi pembangunan kolam retensi, kanal banjir, dan rumah pompa dapat menjadi solusi untuk mengurangi persoalan genangan di kawasan tersebut.

BP Batam Identifikasi Titik Rawan Banjir

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, mengatakan identifikasi terhadap kawasan rawan banjir akan terus dilakukan. Setiap titik akan ditangani berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.

Menurutnya, penanganan harus dilakukan secara bertahap namun konsisten. Setiap pekerjaan yang telah selesai juga perlu dievaluasi untuk melihat dampak dan efektivitasnya.

“Kami ingin penanganan ini dilakukan secara bertahap tetapi konsisten. Apa yang sudah dikerjakan harus dievaluasi dampaknya, sementara titik lain yang membutuhkan penanganan harus segera ditindaklanjuti,” ujar Li Claudia.

Li Claudia juga meminta seluruh perangkat di wilayah masing-masing aktif melaporkan titik banjir yang dinilai krusial. Informasi tersebut diperlukan agar pemerintah dapat menentukan prioritas penanganan berdasarkan tingkat kerentanan setiap kawasan.

Selain pembangunan dan peningkatan infrastruktur, Li Claudia menilai partisipasi masyarakat juga menjadi bagian penting dalam upaya mengatasi persoalan banjir.

Masyarakat diimbau menjaga fungsi drainase dengan tidak membuang sampah ke saluran air serta segera melaporkan apabila menemukan saluran tersumbat maupun kondisi lain yang berpotensi menimbulkan genangan.

“Tentu dukungan masyarakat sangat penting untuk menjaga drainase dan lingkungan, agar upaya yang dilakukan dapat memberikan hasil maksimal,” ucap Li Claudia.(tim red).