Amsakar Achmad Awali Penataan Kota Batam Lewat Pembangunan Bundaran Raja Ali Marhum

SIKATNEWS.id | Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, memulai penataan wajah Kota Batam melalui peletakan batu pertama pembangunan Bundaran Raja Ali Marhum Pulau Bayan Yang Dipertuan Muda V, Jumat (10/07).

Prosesi peletakan batu pertama tersebut turut dihadiri Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, jajaran Anggota/Deputi BP Batam, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam, serta pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam.

Pembangunan bundaran yang berada di ruas jalan menuju Bandara Internasional Hang Nadim ini menjadi bagian dari program penataan ruang untuk menghadirkan wajah Kota Batam yang lebih indah, bersih, dan tertata. Ke depan, bundaran tersebut diharapkan menjadi salah satu ikon baru yang menyambut wisatawan yang datang ke Kota Batam.

Amsakar Achmad menjelaskan bahwa penataan wajah kota merupakan salah satu agenda yang terus didorong pemerintah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kawasan perkotaan. Menurutnya, Presiden Republik Indonesia dalam berbagai kesempatan selalu menekankan pentingnya menjaga kebersihan, keindahan, dan keteraturan kota agar mampu mencerminkan kemajuan suatu daerah.

“Presiden berulang kali mengingatkan agar kabupaten dan kota dirawat dengan baik. Jangan sampai kumuh, semrawut, dipenuhi reklame yang tidak tertata ataupun kabel yang mengganggu estetika kota. Karena itu, kemarin ada gerakan Indonesia Asri dan di Batam kita laksanakan melalui gerakan Batam Asri,” ujar Amsakar.

Ia menegaskan bahwa pembangunan Bundaran Raja Ali Marhum Pulau Bayan merupakan langkah awal dalam penataan taman dan bundaran di berbagai titik Kota Batam.

“Untuk menjadikan kota ini indah dan bagus, salah satu ikhtiar kita adalah menata taman dan bundaran yang ada di Batam agar memiliki desain yang mencerminkan identitas daerah. Hari ini kita sedang membangun sejarah baru bagi Kota Batam,” katanya.

Menurut Amsakar, pembangunan bundaran dilaksanakan melalui kolaborasi BP Batam dengan dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Uma Graha Berkah. Dengan skema tersebut, pembangunan dapat terlaksana tanpa menggunakan APBD maupun anggaran BP Batam.