Kasus Hotel Purajaya Harus Jadi Agenda Penting Tokoh Melayu

SIKATNEWS.id | Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura mengimbau tokoh Melayu Kepulauan Riau menjadikan agenda penyelesaian kasus Hotel Purajaya menjadi salah agenda penting.

Imbauan itu disampaikan pada saat berbuka puasa bersama tokoh Badan Pekerja Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR) di Hotel Asialink, Pelita, Batam, pada Jum’at (13/03).

“Ya, benar, Pak Wagub Nyanyang menekankan sebuah agenda penting untuk para tokoh Melayu di Kepulauan Riau, agar sungguh-sungguh memperjuangkan keadilan dalam kasus pencabutan lahan dan perobohan Hotel Purajaya di Nongsa. Sebab tempat itu menjadi tonggak sejarah perjuangan Provinsi Kepulauan Riau,” kata Syahzinan, salah satu tokoh yang turut dalam acara Berbuka Bersama BP3KR itu.

Acara berbuka puasa BP3KRm kata Syahzinan, menjadi sangat penting di tengah kesibukan para tokoh Melayu bersama masyarakat Kepri pada umumnya yang telah menikmati pertumbuhan ekonomi dan pembangunan akibat berdirinya Provinsi Kepulauan Riau.

“Beliau (Wagub Nyanyang Haris Pratamura) tentu tidak lupa sejarah, bahwa jasa-jasa yang diberikan oleh Alm Zulkarnain Kadir sebagai pemilik Hotel Purajaya mesti dicatatkan dengan tinta emas,” urai Syahzinan.

Syahzinan sendiri mengaku telah memberikan perhatian Utama tentang Provinsi Kepri dan komponen-komponen penting di balik terbentuknya wilayah provinsi ke-33 di Indonesia ini.

“Saya sudah membuat beberapa tulisan, dan saya akan terus menulis tentang betapa besarnya peran tokoh Melayu pemilik Hotel Purajaya. Di hotel itu juga semua mimpi dijabarkan dalam bentuk aksi hingga ke Jakarta dan pada akhirnya Provinsi Kepulauan Riau berdiri,” ujarnya.