Dalam diskusi terbuka yang konstruktif, pemerintah daerah bersama DPRD merumuskan sejumlah keputusan penting yang berorientasi pada kenyamanan dan keselamatan masyarakat:
- Standar Nasional Terjaga: Hasil kajian teknis memastikan ukuran lapangan tetap memenuhi standar nasional. Hal ini menjadi angin segar bagi para pegiat olahraga, sebab lapangan dipastikan tetap layak dan aman digunakan untuk kejuaraan maupun pembinaan bakat sepak bola.
- Faktor Keamanan Prioritas Utama: Demi mengantisipasi risiko cedera bagi para pemain di lapangan, peserta rapat sepakat untuk menghilangkan struktur kanstin di bagian dalam jogging track.
- Aksi Bersih Lingkungan: Pihak Kantor Camat Siborongborong langsung diinstruksikan untuk menggerakkan gotong royong kebersihan serta pembabatan semak belukar di lahan belakang tribun seluas kurang lebih 7–8 meter.
- Tertib Administrasi Aset: Terkait lahan yang beririsan dengan aset Kementerian Kehakiman, Pemkab Taput bersikap profesional dengan menunggu hasil pengukuran ulang oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta memastikan belum ada pembongkaran bangunan sebelum prosedur hukum dan administrasi tuntas.
Siapkan Wajah Baru Lapangan Mini di 2027
Tidak berhenti pada pengerjaan jogging track tahun ini, Pemkab Tapanuli Utara sudah menyiapkan perencanaan matang (grand design) untuk lanjutan pembangunan pada Tahun Anggaran 2027 mendatang.
Pemkab Taput berkomitmen menghadirkan pembenahan total, mulai dari peremajaan rumput lapangan, pembangunan fasilitas penunjang seperti toilet dan ruang ganti yang representatif, pembuatan area parkir dan akses masuk di belakang tribun, hingga pemasangan pagar keliling kawasan.
Tidak hanya itu, pemerintah juga memprogramkan pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di area samping gudang pemadam kebakaran, yang tahap awalnya akan diawali dengan penyuratan serta komunikasi persuasif kepada warga sekitar dan bangunan eks hamente. (Samsul Situmeang).








