Setelah melalui proses komunikasi dan musyawarah, alokasi lahan untuk gardu portal baru telah mendapatkan persetujuan dari perangkat RT/RW Senjulung. Setelah lahan disepakati, tim PLN Batam langsung bergerak melakukan pekerjaan awal pada 5 Juli 2026 sekitar pukul 18.45 WIB berupa penggalian lubang tiang beton.
Pekerjaan pembangunan gardu baru kembali dilanjutkan pada 6 Juli 2026 dan ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 3 sampai 4 hari, dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan kerja, kondisi lapangan, dan keandalan jaringan. Selama proses pembangunan berlangsung, PLN Batam juga menyiagakan tim pelayanan teknik di lokasi Gardu Portal Senjulung 2 untuk mempercepat proses penormalan apabila pengaman trafo kembali bekerja.
Selain pekerjaan teknis, PLN Batam juga melakukan berbagai upaya pendukung, antara lain melakukan pertemuan langsung dengan warga, menyampaikan imbauan melalui tokoh masyarakat dan perangkat warga agar pelanggan dapat mengatur serta mengurangi pemakaian listrik sementara waktu pada saat beban puncak, serta menyiagakan petugas di lokasi untuk mempercepat penanganan apabila terjadi gangguan.
PLN Batam menyampaikan apresiasi kepada perangkat RT/RW, tokoh masyarakat, dan warga Senjulung atas dukungan serta kerja sama yang diberikan dalam percepatan pembangunan gardu baru tersebut.
“Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan akibat kondisi ini. PLN Batam terus bergerak cepat agar solusi permanen dapat segera terealisasi. Kami juga memohon dukungan masyarakat untuk sementara waktu dapat mengatur pemakaian listrik, khususnya pada saat beban puncak, hingga gardu baru selesai dibangun dan beroperasi,” tutup Yoga.
PLN Batam berkomitmen untuk terus menyampaikan perkembangan penanganan secara transparan dan memastikan seluruh langkah percepatan dilakukan agar pasokan listrik di wilayah Senjulung, Punggur, dan sekitarnya dapat kembali andal.(red).








