Karena itu, para penenun didorong untuk berkolaborasi dengan Dekranasda dan para Local Champion melalui pelatihan serta pembinaan agar kualitas, keunikan, dan nilai jual hasil tenun semakin meningkat. Selain itu, pengembangan kerajinan rotan juga menunjukkan perkembangan positif. Dari yang awalnya hanya satu pengrajin, kini telah berkembang menjadi 20 orang penganyam yang mengikuti pelatihan dan mulai menghasilkan produk.
Sepanjang tahun 2026, Dekranasda telah mendorong pengembangan 150 produk unggulan dan memberikan pembinaan kepada sekitar 150 penenun. Pendampingan juga dilakukan melalui empat Local Champion, yakni Dame Ulos, Soho Ulos, Rumah Ulos, dan Vera Galery Ulos. Produk-produk tersebut telah diperkenalkan melalui berbagai pameran nasional, termasuk Karya Kreatif Indonesia (KKI) yang diselenggarakan Bank Indonesia, dengan capaian penjualan yang membanggakan. Produk dan karya daerah Tapanuli Utara juga mendapat kesempatan tampil dalam ajang Indonesia Fashion Week dan kegiatan Wastra di tingkat nasional.
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari ini menerapkan komposisi 30 persen teori dan 70 persen praktik. Materi yang diberikan mencakup penguatan branding, Business Model Canvas, desain kemasan, pemasaran digital, Google Business Profile, pembuatan konten dan video promosi, legalitas usaha, sertifikasi, pendaftaran merek, standar ekspor, hingga business pitch.
Adapun pemateri dalam kegiatan ini adalah Rico Poltak Tuahot Hutasoit, Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai dan Dukungan Teknis Cabang Sibolga, serta Sugianto dari SAE Ecademy Medan.
Turut hadir Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tapanuli Utara, pengurus Dekranasda, serta para peserta pelatihan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelaku UMKM semakin siap mengembangkan usaha, memanfaatkan teknologi digital, meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk, serta membawa produk unggulan Tapanuli Utara menuju pasar nasional maupun internasional.(Samsul Situmeang).








