“Pengembangan kopi tidak boleh berhenti pada tahap penanaman saja. Harus dikawal hingga panen, pascapanen, dan pemasaran agar memberikan nilai tambah serta meningkatkan pendapatan petani,” ujar Bupati.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Utara Victor Siagian menambahkan bahwa pengembangan kawasan kopi seluas 2.000 hektare ini merupakan buah kolaborasi sinergis antara Pemkab Tapanuli Utara, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Program ini dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif serta memacu daya saing komoditas lokal di pasar yang lebih luas.
Penyaluran 2,2 juta bibit kopi dilakukan secara bertahap dan terstruktur. Pada tahap awal, sebanyak 845 ribu batang bibit telah disalurkan kepada kelompok-kelompok tani penerima manfaat. Tahap kedua akan segera menyusul sebanyak 510 ribu batang, dan tahap ketiga diselesaikan dengan penyaluran 845 ribu batang bibit.
Gerakan Tanam Serentak ini sekaligus menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Kabupaten Tapanuli Utara yang mengusung tema “Pertanian Berkelanjutan, Ekonomi Tapanuli Utara Maju.” Melalui kepemimpinan yang pro-petani dan penguatan komoditas unggulan ini, Pemkab Tapanuli Utara optimistis sektor kopi Arabika mampu menjadi pendorong utama roda perekonomian daerah./Samsul.Situmeang.








