Datang dengan Tanda Persalinan, Dipulangkan Puskesmas, Ibu Hamil Akhirnya Melahirkan Dirumah Tanpa Tenaga Medis

Sekitar satu jam setelah Suriani melahirkan, sejumlah bidan dari Puskesmas Gunungsitoli Barat mendatangi rumah keluarga tersebut.

Menurut Arlius, para bidan menyampaikan permintaan maaf sekaligus mengajak Suriani kembali ke puskesmas untuk mendapatkan pelayanan kesehatan setelah persalinan.

Namun, ajakan tersebut ditolak. Arlius memilih agar istrinya tetap mendapatkan perawatan di rumah.

Kedatangan petugas setelah bayi lahir tersebut juga menimbulkan pertanyaan di pihak keluarga.

Mereka meminta penjelasan mengenai pemeriksaan yang dilakukan pada malam sebelumnya, termasuk dasar pertimbangan petugas memperkirakan persalinan masih membutuhkan waktu satu hingga dua hari.

Keluarga juga mempertanyakan mengapa Suriani tidak disarankan menjalani observasi lebih lanjut ataupun rawat inap apabila memang terdapat tanda-tanda persalinan.

Dinkes Gunungsitoli Janji Tindak Lanjut

Keluhan keluarga tersebut kemudian disampaikan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli, Everoni Mendrofa

Everoni ditemui pada Selasa (22/9/2026) oleh jurnalis Pikiran Rakyat Medan dan didampingi Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli, Manahat Fraser Napitupulu.

Menanggapi laporan tersebut, Everoni menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti informasi yang disampaikan keluarga.

Dinas Kesehatan, kata dia, akan meminta keterangan dari pihak-pihak terkait, termasuk Kepala UPTD Puskesmas Gunungsitoli Barat serta petugas yang bertugas pada malam 21 hingga 22 September 2026.

“Kami akan tindak lanjuti, kami akan panggil, mungkin Senin mendatang sudah ada kabar tindaklanjut,” ujar Everoni.

Pemanggilan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran secara utuh mengenai kronologi pemeriksaan Suriani pada malam kejadian.

Termasuk, kondisi pasien ketika diperiksa, hasil pemeriksaan yang menjadi dasar keputusan petugas, dasar medis terkait perkiraan waktu persalinan, serta pertimbangan sehingga pasien diperbolehkan kembali ke rumah dan tidak disarankan menjalani observasi atau rawat inap.

Keluarga Minta Evaluasi

Bagi keluarga Suriani, persoalan tersebut bukan semata-mata mengenai melesetnya perkiraan waktu persalinan.

Mereka mempertanyakan aspek keselamatan pasien setelah seorang ibu hamil yang datang ke fasilitas kesehatan dengan tanda-tanda persalinan diperbolehkan kembali ke rumah dan beberapa jam kemudian melahirkan tanpa pendampingan tenaga kesehatan.

Arlius berharap Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Dinas Kesehatan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kejadian tersebut.

“Kami berharap ini diperiksa dan dievaluasi. Jangan sampai kejadian seperti ini dialami ibu-ibu lain,” tegasnya.

Sementara itu, hasil tindak lanjut Dinas Kesehatan nantinya diharapkan dapat menjelaskan apakah seluruh tindakan dan keputusan petugas pada malam kejadian telah sesuai dengan standar pelayanan serta prosedur penanganan ibu hamil yang datang dengan tanda-tanda persalinan.

Klarifikasi dari pihak UPTD Puskesmas Gunungsitoli Barat juga penting untuk memberikan gambaran dari sisi tenaga kesehatan sehingga persoalan tersebut dapat dilihat secara utuh dan tidak hanya berdasarkan keterangan keluarga pasien.