Bupati Tapanuli Utara Sambut Konas Perempuan Gereja 2026, 150 Peserta Hadir dari Berbagai Daerah

Bupati menekankan bahwa di tengah dinamika perkembangan zaman dan berbagai tantangan polikrisis global, perempuan gereja memiliki peran yang sangat strategis. Peran perempuan tidak hanya terbatas pada ranah domestik, tetapi juga perlu terus dikembangkan sebagai penggerak solidaritas sosial, penjaga nilai-nilai kehidupan, serta pembentuk karakter generasi muda yang tangguh.

“Perempuan adalah fondasi utama dalam keluarga yang mampu membentuk karakter anak-anak melalui pendidikan moral dan nilai-nilai kehidupan yang mendalam. Di tengah kompleksitas tantangan zaman, perempuan gereja harus tampil sebagai agen transformasi yang membawa terang, keadilan, dan kebenaran,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga memperkenalkan potensi pariwisata dan kekayaan budaya lokal Tapanuli Utara kepada para peserta dari berbagai daerah. Ia mengajak seluruh peserta untuk menikmati keindahan alam dan keunikan budaya daerah selama mengikuti kegiatan yang berlangsung pada 4 hingga 6 November 2026.

Konas Perempuan Gereja Tahun 2026 mengusung tema utama “Hiduplah sebagai Terang yang Membuahkan Kebaikan, Keadilan dan Kebenaran” (Efesus 5:8b–9), dengan subtema “Perempuan Gereja di Tengah Polikrisis: Menjadi Agen, Menggerakkan Solidaritas dan Transformasi”.

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berharap pelaksanaan Konas Perempuan Gereja 2026 dapat berlangsung lancar dan menghasilkan rumusan serta langkah-langkah strategis yang konkret.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu mempererat jejaring kerja sama lintas gereja dan pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang inklusif dan berkeadilan di Indonesia.(Samsul Situmeang).