Distribusi melalui mobil tangki dilakukan untuk menjaga akses masyarakat terhadap air bersih selama proses penguatan jaringan berlangsung.
Evaluasi kebutuhan di lapangan juga dilakukan secara berkala agar jumlah armada dan distribusi air dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah.
Penguatan Infrastruktur Masuk Agenda Prioritas
Tidak hanya mengandalkan penanganan darurat, BP Batam dan PT ABHi juga mempercepat pembangunan serta penguatan jaringan sebagai solusi jangka menengah dan panjang.
Untuk kawasan Saguba, Sei Lekop, serta sebagian wilayah Marina seperti Fantasy Residence, Jupiter, Galaxy dan sekitarnya, penguatan jaringan telah masuk dalam agenda prioritas atau Quick Win.
Pekerjaan tersebut diarahkan untuk meningkatkan debit sekaligus tekanan air sehingga wilayah yang berada di ujung jaringan dapat memperoleh suplai yang lebih stabil.
Penguatan jaringan primer dan tersier telah berjalan sejak Agustus 2026. Sementara pekerjaan jaringan sekunder ditargetkan selesai paling lambat akhir November 2026, dengan keseluruhan proyek di kawasan tersebut diharapkan rampung pada akhir 2026.
Sementara itu, penguatan jaringan di kawasan Tanjung Sengkuang, Batu Merah dan Bengkong telah lebih dahulu dilakukan melalui Segmen Sukajadi–M3G serta Segmen Ozon–Bukit Senyum.
Proyek yang dimulai sejak Mei 2026 tersebut kini menunjukkan perkembangan signifikan dan ditargetkan selesai pada September 2026.
Penyelesaian proyek diharapkan mampu meningkatkan keandalan serta kestabilan distribusi air kepada masyarakat di kawasan tersebut.
Penanganan Darurat dan Penguatan Permanen Berjalan Bersamaan
Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menegaskan bahwa penanganan gangguan suplai dilakukan dengan dua pendekatan sekaligus.
Pertama, memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi melalui distribusi mobil tangki. Kedua, mempercepat penyelesaian proyek penguatan jaringan sebagai solusi permanen.
“BP Batam bersama PT Air Batam Hilir bekerja dengan skala prioritas yang jelas. Pengiriman armada tangki kami fokuskan secara teratur di titik-titik kawasan prioritas penanganan darurat. Di saat yang sama, tim teknis terus memacu penyelesaian proyek perkuatan jaringan pipa,” kata Denny.
Ia menjelaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk memastikan masyarakat yang berada di wilayah ujung jaringan dapat menikmati layanan air yang lebih optimal dan berkelanjutan.
Menurut Denny, solusi sementara tidak boleh menjadi akhir dari penanganan. Penguatan jaringan harus terus dilakukan agar pelayanan air kepada masyarakat Batam semakin stabil dan andal dalam jangka panjang.
“Target kami jelas, bukan hanya memastikan air tersedia hari ini, tetapi juga membangun sistem jaringan yang semakin kuat sehingga pelayanan kepada masyarakat Batam ke depan semakin baik,” ujarnya.
BP Batam juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas dukungan, kesabaran dan kerja sama selama proses perbaikan maupun peningkatan infrastruktur berlangsung.
Bersama PT ABHi, BP Batam berkomitmen memberikan informasi perkembangan kondisi operasional secara terbuka, akurat dan berkala sebagai bagian dari upaya memberikan kepastian pelayanan air minum bagi masyarakat Kota Batam.(red).








