Upaya Pemulihan Sistem Kelistrikan Batam – Bintan

SIKATNEWS.NET | Corporate Secretary PT PLN Batam, Hamidi Hamid bersama General Manager Generation and Transmission PT PLN Batam Hasanuddin memberi penjelasan kepada media dan pelanggan mengenai pemadaman listrik yang terjadi di wilayah Batam dan Bintan pada Minggu (1/1/2023).

“Pertama-tama kami dalam hal ini PLN Batam menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang terdampak pemadaman pada hari Minggu kemarin pukul 04.00 WIB. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pelanggan dan stakeholder atas dukungan serta doanya sehingga pemadaman dapat secara bertahap dapat dipulihkan. Dapat kami informasikan juga pada pukul 12.15 WIB tegangan sudah sampai ke seluruh Gardu Induk (GI) yang berjumlah 16 GI di Batam dan Bintan. Pembangkit yang ada kami operasikan semuanya sehingga pada pukul 15.30 WIB semua pelanggan di Batam – Bintan sudah menyala,” ujar Hamidi membuka sambutannya.

Hamidi menambahkan, saat ini kondisi kelistrikan cukup aman dalam artian sistem kelistrikan Batam-Bintan sudah terkoneksi dan sudah ada suplai yang kontinu/terjaga. Memang masih ada beberapa pembangkit Independent Power Producer (IPP) dan pembangkit milik PLN Batam yang belum dapat bergabung dengan sistem (grid) PLN Batam diantaranya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Kasam dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Tanjung Uncang.

Hal tersebut dikarenakan PLTU membutuhkan waktu untuk pembakaran batubara (coal firing) yang memakan waktu 6-8 jam setelah cold start. Sedangkan PLTGU Tanjung Uncang sendiri punya sistem proteksi mesin (block system) saat padam harus menunggu 48 jam untuk dapat dinyalakan kembali. . Absennya dua pembangkit besar ini berakibat adanya sedikit kekurangan daya mampu pada sistem kelistrikan Batam – Bintan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *