SIKATNEWS.id | Team Light Independent Bersatu (Team Libas) DPW Kepulauan Riau (Kepri) mendapatkan ancaman dari Bos PT. Sindo Utama Jaya (SUJ) saat mengkonfirmasi perizinan bangunan yang akan dijadikan gudang.
Hal ini terungkap saat Ketua Team LIBAS DPW Kepri, Y. Telaumbanua memberikan keterangannya kepada media ini pada Sabtu (08/06). Diketahui, dugaan ancaman tersebut datang dari Bos PT. SUJ yang diduga berinisial OT dengan bernada keras dan terkesan arogansi di telpon.
“Pada Jum’at kemarin (07/06) siang hari, Team Libas DPW Kepri telah mendatangi kantor PT. SUJ yang berada di Jl. Pelita, Kec. Lubuk Baja untuk mengkonfirmasi terkait perizinan lokasi bangunan yang ada di Jalan Sungai Harapan, Kec. Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau, seperti IMB, Dokumen AMDAL, Safety upah karyawan dan WTO karena bangunan yang akan dijadikan gudang tersebut diduga tidak ada papan IMB, Safety pekerja yang tidak terjamin,” kata Jony Tel, sapaan akrab Ketua Team LIBAS DPW Kepri melalui pesan WhatsApp, Sabtu (08/06).
Di kantor, staf PT SUJ saat dikonfirmasi mengatakan bahwa masalah itu akan ditanyakan ke Bos.
“Coba nampakkan foto bangunan tersebut bang, Bosnya lagi keluar, nanti kami akan sampaikan ke Bos,” ucap Dimas, staf perusahaan itu.
Di hari yang sama, sore hari tiba-tiba Bos PT. SUJ menelpon Jony Tel melalui telpon WhatsApp dengan suara yang keras seperti ingin marah dah seolah mengancam.
“Anda kenapa tanya – tanya masalah WTO bangunan itu sudah lengkap, tidak ada wewenang anda mempertanyakan itu. WTO bangunan itu sedang berjalan, Saya sudah tanyakan ke otorita, otorita mengatakan tidak ada wewenangnya meminta itu. Tunggu saya pulang, saya akan laporkan anda,” ucapnya dengan nada keras.
Kepada media ini, Jony Tel hanya meminta untuk menunjukkan benar atau tidak proses pembangunan tersebut, apakah sudah memenuhi standar dan perizinannya sudah lengkap.
“Kita hanya pertanyakan apakah perizinan bangunan tersebut sudah lengkap atau tidak ?, kita bukan meminta untuk mengambil dokumen, kita hanya meminta ditunjukkan saja. Tapi Bos itu mengatakan tidak ada wewenang anda untuk meminta itu,” tutup Ketua Team LIBAS DPW Kepri.
Hingga berita ini disiarkan, tim media ini masih terus melakukan konfirmasi kepada pihak terkait dan dinas kota Batam terkait./Red.








