Ia juga mengingatkan agar bantuan yang diberikan tidak berhenti pada seremoni penyerahan. Alsintan yang diterima kelompok tani harus dimanfaatkan dan dirawat dengan baik agar benar-benar memberikan dampak terhadap produktivitas pertanian.
“Alsintan ini harus dimanfaatkan dan dirawat dengan baik. Jangan berhenti pada serah terima, tetapi harus dilanjutkan dengan pendampingan hingga pengolahan lahan serta evaluasi terhadap produksi dan produktivitas,” ujar Jonius.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Utara Victor Siagian menyampaikan bahwa penyediaan 527 unit alsintan tersebut merupakan hasil sinergi lintas sektor.
Sinergi tersebut melibatkan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Kementerian Pertanian, TNI, serta dukungan sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Sarulla Operations Ltd (SOL).
Dukungan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat program rehabilitasi dan rekonstruksi lahan pertanian pascabencana yang mencakup area seluas 621 hektare.
Dengan dukungan mekanisasi dan pendampingan yang berkelanjutan, penyaluran alsintan diharapkan dapat membantu petani mempercepat pengolahan lahan, meningkatkan produktivitas, serta mendorong pemulihan ekonomi masyarakat berbasis sektor pertanian.(Situmeang).








