Oleh karenanya, Zudy meminta masyarakat tersebut untuk tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak berkepentingan dan atau oknum yang hanya mencari keuntungan belaka. “Waspadai tunggangan yang menginginkan daerah kita tidak maju. Sikap pemerintah membuat Galang dan sekitarnya maju adalah untuk kemaslahatan bersama dan buat generasi ke depan,” pintanya.
Sikap Pemerintah Dinilai Sudah Pantas
Menurut Zudy, 16 kampung yang ada di Rempang Galang sekitarnya akan direlokasi dan dilebur menjadi satu daerah mendapat perhatian penuh dari pemerintah. Informasi yang dihimpun, bagi warga yang mempunyai rumah di Rempang Galang dan sekitarnya mendapatkan sagu hati dari pemerintah.
“Menurut kami, relokasi warga kita di Rempang Galang sekitarnya sudah pantas. Karena akan mendapat rumah pengganti, fasilitas lain dan tidak begitu jauh dari lokasi industry yang akan dibangun. Nah industry yang tadinya ada di Rempang kan dekat warga. Tentu ini berguna bagi generasi ke depan untuk melangsungkan kehidupan,” ujarnya.
Oleh karenanya, Zudy mendukung pemerintah Pusat, dan Walikota Batam Ex-officio Kepala BP Batam Muhammad Rudi mengembangkan Pulau Galang dan sekitarnya. Karena menurutnya, Pulau Galang adalah salah satu daerah industri baru di kota Batam yang akan bermanfaat bagi generasi ke depan untuk melangsungkan kehidupan.
“Tentu ini sangat baik. Harusnya sebagai masyarakat menyambut baik adanya sikap dan niat pemerintah membangun. Ayo, saling mendukung jangan ada lagi kepentingan oknum tertentu yang dapat menghambat pembangunan. Karena dari sisi hukum tidak ada yang dilanggar pemerintah untuk mengembangkan industri daerahnya yang berguna untuk pertumbuhan ekonomi,” kata Zudy, pria yang berprofesi Advokat tersebut.
Selain itu, Zudy menjelaskan bahwa di atas luas lahan kurang lebih 500 M2 akan didirikan rumah tipe 45 dengan taksir harga sekira Rp 120 juta serta disertifikasi pihak pejabat berwenang. Dari semua fasilitas ini jelas bahwa pemerintah telah memberikan bentuk sagu hati ke warga secara pantas.
“Jadi harapan kami, saudara – saudara saya di Rempang dan sekitarnya yang terkena dampak pembangunan industri menerima relokasi ini. Ini juga sebagai bentuk dukungan pembangunan untuk menyokong perekonomian kita bersama dan ini adalah kesempatan emas bagi Batam. Investasi ini jangan sampai daerah atau negara lain mendapatkan atau dialihkan,” tutup Zudy.
Menurut informasi yang dihimpun media ini, 16 kampung warga kampung tua di Rempang Galang dan sekitarnya yang mendapat relokasi mendapat sejumlah sagu hati dari pemerintah. Relokasi ke Galang akan dibangun fasilitas ibadah (Masjid, Gereja), Dermaga, Lapangan Bola, Akses Jalan, Air, Listrik, Pasar Tradisional, Puskesmas, Sekolah dari SD, SMP hingga SMA/Sederajat, Tempat Pemakaman Umum.
(Red)








