SIKATNEWS.id | Warga Perumahan Cipta Green Mansion dan Perumahan Woodland gelar orasi untuk kelancaran Ai Bersih di Fasum (Fasilitas Umum) CGM (Dekat Mesjid Nur Hikmah) pada Minggu pagi (10/9/2023), sekira pukul 09.00 Wib.
Untuk diketahui, hingga sampai saat ini, permasalahan air bersih masih dirasakan sebagian warga perumahan di Kota Batam. Beberapa lokasi permukiman warga masih mengalami mati air, bahkan ada yang sampai berbulan-bulan.
Ironisnya, hal tersebut sangat dirasakan Warga Perumahan Cipta Green Mansion dan Woodland tanpa adanya kiriman air bersih dari Pengelola, dalam hal ini SPAM Batam (Sistem Penyediaan Air Minum – Batam).
Ironisnya lagi, Warga harus rela untuk tidak tidur jika ingin mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-harinya. Pasalnya, air itu hidup hanya di tengah malam tertentu saja, yakni dari jam 1 sampai jam 5 subuh deras airnya lalu mati kembali.
Aksi ini dilakukan dengan berbagai tulisan kekesalan warga, pemasangan karangan bunga, dan mengangkat keranda yang bertuliskan telah meninggal air kami, bahkan warga sampai mandi dan cuci baju di parit dekat perumahan.
Selain itu, warga pun kecewa terhadap Developer, Camat, dan Lurah setempat karena kurangnya perhatian terhadap masalah yang terjadi. Warga berharap mereka turun ke lokasi memeriksa kendalanya.
“Kami juga memohon kepada Kepala BP Batam, Muhammad Rudi untuk cepat merespon keluhan warga ini,” harapnya.
Roby salah satu tokoh masyarakat mengatakan, pada Juni 2023 lalu, perwakilan warga telah melakukan pertemuan dengam pimpinan SPAM dan ABHI-ABH. Dari hasil pertemuan tersebut, SPAM Batam dan ABHI-ABH berjanji akan menyelesaikan persoalan air di daerah mereka.
“Dan sampai September 2023 pada kenyataanya sampai detik ini air belum mengalir sama sekali,” pungkas Roby dengan kesal.
Roby menyampaikan, jika aksi yang dilakukan warga merupakan tuntutan atas janji SPAM Batam / ABHI-ABH untuk mengalirkan kan air ke perumahan yang selama ini mati total.
“Warga ingin hidupkan air seperti biasanya, dan kami berikan waktu beberapa hari ini. Jika tidak, warga akan menggelar demo lebih besar lagi di Kantor BP Batam jika persoalan ini tak diselesaikan,” tutupnya.
(Julias Tama)








