Video Dipotong, Makna Dipelintir: Darwis Zendrato Minta Polres Nias Usut Akun ‘Teori Buulolo’”

“Saat itu kami berkoordinasi dengan Intelkam Polres Nias terkait rencana aksi di Telkom Gunungsitoli. Kebetulan pihak Telkom juga sedang bertemu dengan Wakapolres. Pertemuan itu akhirnya digabung dan direkam, namun video yang beredar jelas tidak utuh,” jelasnya.

Helpin menambahkan, pertemuan tersebut berlangsung terbuka dan dihadiri sejumlah pejabat Polres Nias, sehingga sangat kecil kemungkinan terjadi penyampaian pernyataan tanpa saksi.

“Di sana ada Wakapolres, Kasat Intelkam, Kasat Binmas, Kasat Sabhara, Kabag Ops, dan personel lainnya. Video itu sudah diedit dan maknanya diputar. Ini jelas merugikan nama baik Bang Darwis,” tegasnya.

Polres Nias Mulai Langkah Penyelidikan

Polres Nias memastikan telah menerima laporan Darwis Zendrato dan akan menindaklanjuti sesuai prosedur. Penyidik berencana memanggil sejumlah saksi yang hadir saat rekaman dibuat untuk memperkuat kronologi dan memastikan keaslian konten video yang beredar.

Hingga berita ini dipublikasikan, awak media masih berusaha mendapatkan tanggapan dari pemilik akun Facebook “Teori Buulolo” terkait tuduhan tersebut.

Kasus ini menjadi satu dari sekian banyak contoh bagaimana konten editan dan potongan video dapat memicu kesalahpahaman publik. Lembaga penegak hukum dan masyarakat diimbau untuk lebih selektif dan berhati-hati dalam menyebarkan informasi di media sosial agar tidak terjebak dalam arus manipulasi digital./Yason Gea.