“Sebelumnya saya takut lewat dari sini. Kalau saya lewat selalu dipanggil soal jembatan ini. Padahal ini jalan Propinsi, tidak bisa kita perbaiki,” ujarnya.
Beruntung pihak PT. TPL bersedia membangun jembatan tersebut yang bekerjasama dengan PUPR Propinsi Sumatera Utara.
“Kalau tidak ada jembatan ini repot kali. Tapi sekarang sudah jadi. Kita bersyukur kepada Tuhan, dan terimakasih kepada TPL, terimakasih kepada Propinsi, terimakasih kepada DPRD,” ujar Poltak Sitorus.
Selesainya jembatan Aek Mandosi ini diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, terkhusus warga Desa Lumban Manurung.
“Memang bukan jembatan ini yang meningkatkan ekonomi kita, tetapi kita harus semakin rajin, kita harus perbaiki kehidupan ini,” sebut Poltak Sitorus menyemangati masyarakat.
Poltak Sitorus juga meminta dan mengajak semua masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jembatan Aek Mandosi.
“Kita harus sama-sama menjaga jembatan ini. Jangan ijinkan lewat kalau melebihi tonase,” ujar Poltak Sitorus mengakhiri arahan dan bimbingannya.
Acara peresmian dan serahterima jembatan diakhiri dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita di jembatan Aek Mandosi IV.
(Dison T)








