Surat dari JPKP ke Pemerintah Pusat Langsung Direspon oleh Menteri Terkait Permohonan KERAMAT Rempang

SIKATNEWS.id | Setelah Organisasi Jaringan Pendamping Kebijakan dan Pembangunan (JPKP) menyerahkan surat KERAMAT kepada pemerintah Pusat, Baik itu Menteri ATR BPN RI, Staf Kepresidenan, Kapolri hingga ke Presiden RI pada tanggal 11/09/2023 hal ini langsung di respon oleh Kementerian Investasi dan jajaran.

Atas respon tersebut, Menteri Investasi, Mendagri Tito Karnavian,Menteri Agraria dan Tata Ruang / Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Thahjanto, Wakapolri Agus Andrianto langsung turun ke lokasi dan gelar rapat.

Informasi tersebut sesuai dari Ketua Umum JPKP Maret Samuel Sueken bahwa Menteri ATR/BPN dan jajaran akan datang ke lokasi.

“Hari ini saya turun check 37 kampung tua tersebut, untuk program PTSL di Kepri sudah 95 %, untuk program PTSL di Kepri sudah selesai 95% dan untuk Batam PTSL sudah selesai 98%,” jawab Menteri ATR/BPN Hadi Thahjanto kepada Ketum JPKP (17-09-23).

Atas sambutan tersebut Ketum JPKP mengucapkan terimakasih atas respon cepat, ” Terimakasih banyak pak Menteriku, sehat selalu. Hal ini sempat saya sampaikan ke Bapak Presiden dalam pertemuan kami semalam,” Balas Ketum JPKP Samuel.

Dikutip dari bpbatam.go.id, Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia, kembali membahas pengembangan Kawasan Rempang di Kota Batam, Minggu (17/9/2023).

Bertempat di Hotel Marriott, Bahlil meyakinkan banyak pihak jika investasi di Pulau Rempang akan memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat.

Ia optimistis, Rempang yang akan menjadi mesin ekonomi baru Indonesia juga bakal meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah ke depannya.

“Yakinlah bahwa investasinya ini untuk kesejahteraan rakyat. Dengan menciptakan banyaknya lapangan pekerjaan, pendapatan masyarakat juga akan meningkat,” ujar Bahlil usai rapat teknis terkait dinamika investasi di Rempang selesai.

Ia juga mendukung langkah BP Batam dalam melakukan pendekatan humanis ke masyarakat Rempang. Khususnya dalam melakukan sosialisasi dan pendataan terhadap warga yang terdampak pengembangan.

Menurutnya, komunikasi yang baik dan humanis jauh lebih penting dalam percepatan investasi di Pulau Rempang.

“Untuk investasi, kita bersaing dengan negara luar. Kita tidak bisa menunggu karena investasi ini akan menciptakan banyak lapangan pekerjaan. Yang paling penting, komunikasi ke masyarakat harus jauh lebih baik,” tambahnya.

Untuk diketahui, rapat teknis kali ini juga dihadiri oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Wakapolri Komjen Pol Agus Andrianto, Gubernur Kepri Ansar Ahmad, dan Kepala BP Batam Muhammad Rudi.

“Untuk hal-hal teknis lainnya, kami akan terus membahasnya,” tutup Bahlil. (Tim Red)