Direktur Eksekutif Liberte Institute itu memaparkan, Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) ini akan terus ada setiap 5 tahun atau waktu yang ditentukan, namun karir PNS akan terus berlanjut sampai masa pensiun PNS.
“Tentu saja PNS tidak akan pernah mempertaruhkan karirnya pada sosok yang berkemungkinan kalah dalam laga Pilkada, setidak-tidaknya, mereka akan netral untuk mengambil posisi aman”, papar Indrayadi lagi, Sabtu (30/3).
Berikut adalah adalah pilihan responden berdasarkan jenis pekerjaan :
- PNS Non Guru memilih Amasakar Achmad-Irwansyah sebanyak 55,6% dan yang memilih Marlin Agustina-Jefridin sebanyak 44,4%.
- Pegawai swasta memilih Amasakar Achmad-Irwansyah sebanyak 60,2 % dan yang memilih Marlin Agustina-Jefridin sebanyak 25,8% dan sebanyak 14% tidak tahu/tidak jawab.
- Wirawasta/pengusaha memilih Amasakar Achmad-Irwansyah sebanyak 63,1% dan yang memilih Marlin Agustina-Jefridin sebanyak 26,6% dan sebanyak 10,3% tidak tahu/tidak jawab.
- Guru/Dosen memilih Amasakar Achmad-Irwansyah sebanyak 66,7 % dan yang memilih Marlin Agustina-Jefridin sebanyak 22,2% dan sebanyak 11,1% tidak tahu/tidak jawab.
- Ibu Rumah Tangga memilih Amasakar Achmad-Irwansyah sebanyak 48,6 % dan yang memilih Marlin Agustina-Jefridin sebanyak 36,4% dan sebanyak 15% tidak tahu/tidak jawab.
- Buruh memilih Amasakar Achmad-Irwansyah sebanyak 78,8 % dan yang memilih Marlin Agustina-Jefridin sebanyak 11,3% dan sebanyak 9,9% tidak tahu/tidak jawab.
- Nelayan memilih Amasakar Achmad-Irwansyah sebanyak 85,7 % dan yang memilih Marlin Agustina-Jefridin sebanyak 14,3%.
- Petani/peternak memilih Amasakar Achmad-Irwansyah sebanyak 66,7 % dan yang memilih Marlin Agustina-Jefridin sebanyak 22,2% dan sebanyak 11,1% tidak tahu/tidak jawab.
- Pelajar/Mahasiswa memilih Amasakar Achmad-Irwansyah sebanyak 41,2 % dan yang memilih Marlin Agustina-Jefridin sebanyak 41,2% dan sebanyak 17,6% tidak tahu/tidak jawab.
- Pensiunan memilih Amasakar Achmad-Irwansyah sebanyak 53,8 % dan yang memilih Marlin Agustina-Jefridin sebanyak 38,5% dan sebanyak 7,7% tidak tahu/tidak jawab.
- Pekerjaan informal (tukang ojek/PRT/Supir dll) memilih Amasakar Achmad-Irwansyah sebanyak 66,7 % dan yang memilih Marlin Agustina-Jefridin sebanyak 24,5% dan sebanyak 8,8% tidak tahu/tidak jawab
- Pengangguran memilih Amasakar Achmad-Irwansyah sebanyak 58 % dan yang memilih Marlin Agustina-Jefridin sebanyak 37,7% dan sebanyak 4,3% tidak tahu/tidak jawab
- Satpam/security memilih Amasakar Achmad-Irwansyah sebanyak 100 % dan yang memilih Marlin Agustina-Jefridin sebanyak 0%.
- Karyawan Perkapalan memilih Amasakar Achmad-Irwansyah sebanyak 50 % dan yang memilih Marlin Agustina-Jefridin sebanyak 50%.
- Ketua RT memilih Amasakar Achmad-Irwansyah sebanyak 0 % dan yang memilih Marlin Agustina-Jefridin sebanyak 100%.
- Pemulung memilih Amasakar Achmad-Irwansyah sebanyak 0 % dan yang memilih Marlin Agustina-Jefridin sebanyak 100%.
- Pendakwah memilih Amasakar Achmad-Irwansyah sebanyak 100 % dan yang memilih Marlin Agustina-Jefridin sebanyak 0%.
- Ibu Kantin memilih Amasakar Achmad-Irwansyah sebanyak 100% dan yang memilih Marlin Agustina-Jefridin sebanyak 0%.
- Buruh Galangan memilih Amasakar Achmad-Irwansyah sebanyak 100 % dan yang memilih Marlin Agustina-Jefridin sebanyak 0%.
- Tukang Parkir memilih Amasakar Achmad-Irwansyah sebanyak 100 % dan yang memilih Marlin Agustina-Jefridin sebanyak 0%.
- PNS BP Batam memilih Amasakar Achmad-Irwansyah sebanyak 0 % dan yang memilih Marlin Agustina-Jefridin sebanyak 100% .
Untuk diketahui, survei tersebut digelar sejak 16 – 24 Maret 2024 dengan jumlah responden 1.204 orang yang dipilih dengan metode multistage random sampling. Margin of error survei ini 2,8%
Tingkat kepercayaan pada survei tersebut sebesar 97%. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden dengan menggunakan kuesioner, serta populasi survei ini adalah masyarakat Kota Batam di 12 kecamatan.
Dalam melaksanakan survei, Liberte Institut menggunakan pewawancara lapangan dengan tingkat pendidikan sarjana S1 hingga sarjana S2.
Wawancara yang dilakukan oleh surveyor dikontrol secara sistematis oleh tim Liberte Institute dengan melakukan cek ulang di lapangan sekitar 30% dari total data responden yang masuk, untuk menjamin akurasi data yang diperlukan./Red.








